Prof Sukardi Weda Jadi Pembicara Tunggal Seminar Parenting

Sukardi Weda
Wakil Rektor III UNM Prof Dr Sukardi Weda menjadi pembicara tunggal seminar parenting, Sabtu (15/1/2022)

PALOPO, LINES.id – SIT HARITH Foundation menggelar Seminar Parenting bertajuk “Kiat Sukses Mendidik Generasi Anak Islam yang Berakhlak dan Berprestasi,” di Gedung Dinas Pendidikan Kota Palopo, Sabtu (15/1/2022).

Seminar Parenting tersebut menghadirkan Prof Dr Sukardi Weda SS MHum MPd MSi MM MSosI MAP, yang juga Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) dan salah seorang Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan.

Seminar Parenting yang dilaksanakan secara luring dengan tetap mengikuti protokol kesehatan diikuti sekitar 80 orang. Dalam pemaparannya, Prof Dr Sukardi Weda mengawalinya dengan memberikan pertanyaan kepada peserta tentang Mengapa Perlu Mendidik Anak?

Sukardi Weda

Sukardi Weda kemudian memberikan kesempatan kepada 5 orang peserta untuk menyampaikan alasan mereka tentang pentingnya mendidik anak. Sukardi Weda kemudian menambahkan bahwa ada beberapa alasan penting yang menjadi rasional, seperti: Untuk menggapai masa depan gemilang, yakni masa depan anak diukir ketika mereka masih anak-anak/pra remaja/remaja.

Baca juga: Prof Sukardi Weda Menguji S3 di PPS UNM

“Untuk menjadikan anak sebagai insan mandiri, memiliki ilmu pengetahuan dan perilaku yang baik (Kognitif, psikomotorik, dan afektif), menjadi tabungan amal jariah bagi orang tua, menjadikan anak calon pemimpin bangsa ini yang bertalenta, berkarakter, unggul, dan kompetitif, menjadikan anak sebagai pribadi yang peduli (care) terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Sukardi Weda juga menguraikan secara detail tentang jenis-jenis pola asuh, seperti: Pengasuhan Demokratis, Pengasuhan Permisif, Pengasuhan Otoriter, dan Pengasuhan Pengabaian. Menurutnya, secara sosiologis ada 6 agen sosialisasi bagi anak, dan perlu dimaksimalkan perannya untuk menghasilkan generasi muda unggul, yaitu: orang tua atau keluarga inti di rumah, guru di sekolah, teman sebaya atau teman bermain anak (peer group), lingkungan, dan media.