Opini  

Integritas, Cuti dan Libur Lebaran

Libur Lebaran
Dosen Poltekkes Mamuju, Ashriady.

Ashriady
Dosen Poltekkes Kemenkes Mamuju

 

Momentum lebaran 1443 H hampir dipastikan berjalan meriah. Suatu kenikmatan besar dari Allah Subhanahu wata’ala setelah 2 (dua) tahun lebaran berturut-turut masih dalam suasana Pandemi Covid-19.

Kebijakan pemerintah terkait libur lebaran Idul Fitri 1443 H cukup mengobati kekesalan para abdi negara yang berada dirantauan akibat gagal mudik di momentum lebaran sebelumnya. Pidato kenegaraan dari Presiden yang telah beredar di channel YouTube seakan telah memberikan sinyal yang kuat bahwa pada tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran terkait dengan aturan mudik.

Berbagai hal yang menjadi persyaratan mudik, seperti tetap menjaga protokol kesehatan, menggunakan masker di tempat-tempat umum sampai vaksin booster berusaha dipenuhi para pemudik jauh-jauh hari sebelumnya. Nampak beberapa masyarakat berbondong-bondong mengunjungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan vaksin.

Sebagian besar mereka memilih di booster dibanding colok hidung (rapid test) yang telah menjadi persyaratan wajib disetiap titik-titik pelayanan transportasi baik darat, udara maupun laut. Menerima vaksin booster menjadi hal yang lebih mudah untuk dilakukan, selain gratis juga beberapa aturan pemberian jenis vaksin ini semakin dipermudah yang dahulu harus melewati waktu 6 bulan dari periode pemberian vaksin kedua menjadi cukup 2 bulan saja.

Daya tarik mudik yang semakin memukau setidaknya mengajak sejenak melupakan kepenatan akan kelangkaan minyak goreng, harga BBM yang mulai mendaki atau perseteruan Ukraina versus Rusia yang dampaknya sulit diprediksi.

Berita libur panjang lebaran yang sudah cukup menyenangkan bagi para ASN di negeri ini. Kini kembali dihebohkan dengan Surat Edaran terkait aturan cuti pegawai yang dapat bersambung dengan libur lebaran. Surat Edaran tersebut berisi informasi bahwa cuti tahunan dapat diberikan kepada pegawai pada saat sebelum dan/atau sesudah periode hari libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2022 M/1443 H.

Sebuah aturan yang langka di negeri ini. Terbuka peluang bagi para abdi negara untuk memperpanjang masa rehat mereka setelah 2 (dua) periode mereka harus menahan diri berlebaran di rantauan. Kondisi inilah saatnya untuk balas dendam dan memuaskan diri, memperpanjang kebersamaan dengan keluarga di kampung halaman.

Pada kondisi yang lain tentu zona kenyamanan ini tidak selalu membuahkan kebaikan. Bagi Abdi Sipil Negara yang berintegritas tidak mudah tertipu dengan kesenangan ini. Mereka menyadari bahwa tanggung jawab sebagai abdi negara jauh lebih penting yang merupakan sebuah konsekuensi dari pilihan hidup yang mereka harus jalani.

Nilai-nilai integritas yang telah tertanam dengan kuatnya membuat mereka tidak mudah goyah dengan ajakan-ajakan manis yang melenakan. Terlebih lagi seorang muslim, baru saja melalui tempaan yang panjang di bulan Ramadan. Mereka menyadari tentang pentingnya nilai-nilai tanggung jawab sebagai seorang pelayan masyarakat yang mendapatkan gaji dari anggaran negara.

Panggilan amanah ini begitu memacu para pemudik untuk segera menuntaskan agenda silaturahmi dengan keluarga. Mereka berusaha mengatur waktu dengan baik agar libur beberapa hari di momentum lebaran ini dapat menjangkau semua agenda yang telah direncanakan.

Libur lebaran kali ini menjadi suatu hal yang patut disyukuri setelah sebelumnya Allah menutup ruang untuk kondisi tersebut. Mereka enggan menjadi makhluk serakah setelah Allah memberikan nikmat yang begitu besar.

Pasca liburan, segera berkemas untuk kembali ke tempat kerja masing-masing. Di sana telah menunggu berbagai aktivitas pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan pikirannya. Menjadi abdi negara yang berintegritas demi kemajuan bangsa dan negeri tercinta.

Tulisan ini hanyalah sebuah refleksi dari anak negeri, yang telah ditakdirkan menjadi abdi negara di salah satu bagian kecil Indonesia yang maha luas. Menjadi pengingat diri sebagai hambah payah yang mudah goyah dengan godaan kehidupan dunia.

Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah Subhanahu wata’ala menerima amal shalih kita sekalian). Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1443 H.