MAKASSAR, LINES.id – NKRI merupakan negara kepulauan yang terletak di antara dua benua dan dua samudra, sehingga membuat geografis Indonesia sangat strategis dan mempunyai potensi kerawanan yang cukup tinggi terhadap pengaruh negatif baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Kerawanan-kerawanan tersebut secara umum belum dapat diatasi dan diantisipasi secara maksimal, hal ini dapat dilihat dari beberapa indikasi. Di antaranya masih leluasanya budaya luar masuk ke Indonesia, narkoba, berkembang wacana sebagai negara sarang teroris, separatisme, konflik sara, demo anarkis, tidak menghargai hak orang lain, memaksakan kehendak, mendahulukan kepentingan pribadi/kelompok/golongan, dsb.
Mencermati kondisi tersebut maka perlu langkah konkret untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi, persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga mampu mewujudkan cita-cita bangsa yaitu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Sejalan dengan itu PC LDII Kecamatan Tamalate menggelar Pengajian Kebangsaan di Masjid Nurul Huda, Jalan Mannuruki 9, Tamalate, Makassar.
Pengajian yang bertema “Mewujudkan Islam yang Moderat Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Bingkai NKRI” diselenggarakan pada hari Senin, 25 Juli 2022 dihadiri oleh Dandim 1408-BS Makassar yang diwakili Pasiter Kodim Mayor Inf Dewa Putu Gede, Sekcam Tamalate Emil Yudianto, Kapolsek Tamalate Kompol Irwan Tahir, Anggota DPRD Makassar Arifin Kulle, KUA Tamalate, MUI Tamalate, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Baca juga: Kodim 1408 Makassar Ajak LDII Jadi Mitra Pemerintah Wujudkan Kedamaian
Acara dimulai dengan pengkajian dalil-dalil Alquran dan Alhadist tentang persaudaraan dan kerukunan di dalam beragama yang dipaparkan oleh Ust. Yusran Hidayat SPd. Dalam pemaparannya, Ust. Yusran menerangkan bahwa Bangsa Indonesia memiliki tantangan berat dalam menjaga keutuhan wilayahnya. Bukan saja terbatas pada persoalan pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagamaan, budaya, sosial, ras, di dalam kemasyarakatan.
“Sikap moderat bukan berarti orang tersebut tidak kaffah dalam beragama, perilaku toleran adalah perilaku orang-orang sholih yang terdahulu. Justru karena ketakwaannya bisa memelihara kerukunan dalam bangsa yang majemuk,” paparnya.

Selain memperdalam wawasan kebangsaan warga LDII, Ketua PC LDII Tamalate mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat silaturahim dengan pemerintah, TNI, Polri serta instrumen lain yang ada di Kecamatan Tamalate. Dengan harapan dapat bersinergi memperkuat kerukunan di dalam menjaga kebhinekaan negara terkhusus di Kota Makassar.
“LDII mempunyai 8 bidang pengabdian yang dapat disinergikan dengan pemerintah dan instrumen lain agar Indonesia mampu memanfaatkan dan mengelola sumber dayanya sehingga menjadi bangsa yang maju,” tegasnya.
Turut memberikan sambutan Sekcam Tamalate H Emil Yudianto mewakili Camat Tamalate yang berhalangan hadir. “Seyogyanya bapak camat ikut hadir bersama di tengah–tengah kita, berhubung ada kegiatan yang bersamaan sehingga beliau mewakilkannya kepada kami,” jelasnya.
Baca juga: Polres Magelang Bekali Wawasan Bahaya Pergaulan Bebas dan Narkoba ke Pemuda LDII
Disebutkannya, Camat Tamalate juga sangat mengapresiasi program dan kontribusi LDII di dalam membantu pemerintah, utamanya 8 bidang pengabdian yang diprogramkan. “Program tersebut sangat relevan dan bisa dikolaborasikan dengan program Pemerintah Kota Makassar, seperti program lorong wisata yang nantinya akan coba dibahas dan dikaji lebih lanjut di dalam kerja samanya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama mewakili Dandim 1408-BS Makassar, Pasiter Kodim 1408-BS Makassar Mayor Inf Dewa Putu Gede memberi gambaran tetang kondisi umum bangsa saat ini dan upaya-upaya yang perlu ditempuh guna membangkitkan semangat nasionalisme, sehingga mampu mengajak/menularkannya kepada seluruh elemen bangsa demi menjaga keutuhan serta mewujudkan cita-cita bangsa.
Dewa menyampaikan bahwa bangsa Indonesia mampu mewujudkan kemerdekaan, berdaulat, utuh serta eksis sampai sekarang ini karena ditopang oleh empat pilar pemersatu bangsa dan merupakan kunci bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia di era globalisasi saat ini sehingga mampu berdiri tegak, kokoh dan mempunyai jati diri yang kuat.
“Kami sangat mengapresiasi peran dan program yang dicanangkan oleh LDII, dan kami berharap 4 pilar kebangsaan ini bisa ditanamkan sejak dini, sehingga anak–anak kita bisa lebih memahami, mampu mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan sehingga menjadi negara yang kuat dan terhormat, mengetahui serta paham akan pentingnya cinta tanah air, membendung kerusakan moral dan memberi pendidikan yang berkarakter bagi generasi penerus bangsa,” tutupnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Kecamatan Tamalate H Kaharuddin Palo SAg.












