Dampak Virus Corona: Indonesia Menawarkan Diskon Besar untuk Menarik Wisatawan

Foto: Ilustrasi wisata Bali

JAKARTA, LINES.id – Pemerintah akan memberikan diskon hingga 30 persen untuk pelancong asing dan lokal dalam upaya untuk menghidupkan kembali pariwisata Indonesia. Dikarenakan banyak wisatawan membatalkan rencana liburan mereka ke Indonesia karena kekhawatiran wabah virus corona yang mematikan.

Dilansir thejakartapost, Presiden Jokowi mengungkapkan dalam pertemuan Kabinet pada hari Senin, (20/2/2020), rencananya akan disampaikan kepada perusahaan perjalanan, maskapai penerbangan dan industri terkait lainnya.

“Saya bertemu dengan menteri keuangan pagi ini dan kami akan mempertimbangkan kemungkinan memberikan diskon atau insentif hingga 30 persen dari harga aktual untuk wisatawan asing,” katanya.

Menteri terkait mengatakan bahwa diskon akan diterapkan untuk paket wisata ke tujuan tertentu dan biaya layanan dibebaskan pada maskapai penerbangan di bandara lokal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, rincian proposal akan segera dibahas dengan kementerian terkait lainnya, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Transportasi, serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Semuanya sedang diselesaikan, termasuk berapa lama [insentif akan berjalan]. Kami masih menghitung berbagai insentif yang ditawarkan selama musim sepi dan musim puncak,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa penawaran khusus akan didukung oleh anggaran negara tetapi tidak menguraikan berapa banyak pemerintah akan menyisihkan sebagai anggaran.

Berdasarkan rencana tersebut, wisatawan yang mengunjungi tujuan-tujuan tertentu, di antara penawaran-penawaran lainnya, akan mendapatkan diskon untuk penerbangan dan hotel.

Sementara itu, bagi para pelaku bisnis di industri terkait pariwisata seperti agen perjalanan dan maskapai penerbangan, pemerintah akan menawarkan beberapa insentif yang dapat membantu mereka melewati masa-masa sulit.

“Misalnya, perusahaan milik negara seperti Pertamina dan operator bandara Angkasa Pura akan memberikan insentif kepada operator maskapai. Kami akan menawarkannya dalam satu paket,” kata Sri Mulyani.

Ia menambahkan bahwa insentif dapat berupa pengurangan pajak, biaya bandara yang lebih rendah, biaya penanganan yang lebih rendah, kemungkinan harga bahan bakar jet yang lebih rendah dan kemudahan mendapatkan slot slot bandara untuk maskapai penerbangan.

“Misalnya, banyak maskapai penerbangan dari Eropa Timur ingin terbang ke Bali, tetapi masalahnya sejauh ini adalah tidak tersedianya slot. Jadi, kami melihat peluang di sana,” Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sebelumnya.

Menteri juga mendesak maskapai penerbangan untuk mengalihkan rute penerbangan China mereka ke pasar potensial baru atau menambahkan penerbangan ke rute tersibuk mereka. Pasar potensial termasuk Australia dan negara-negara di Timur Tengah dan Asia Selatan seperti India, Pakistan dan Bangladesh.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pada hari Senin bahwa diskon dapat diberikan untuk tujuan kunjungan wisata seperti Bali, Likupang di Sulawesi Utara, Bintan dan Batam di Kepulauan Riau, Yogyakarta, Lombok dan Labuan Bajo.

Kementerian berencana untuk menawarkan paket wisata yang mencakup penerbangan, akomodasi, dan tiket untuk atraksi dengan harga promosi bekerja sama dengan agen perjalanan online dan operator perjalanan.

“Kami akan memutuskan insentif minggu ini, kami akan mengadakan pertemuan lanjutan [pada hari Selasa]. Kami akan berkoordinasi sehingga insentif bisa efektif dalam menghidupkan kembali pariwisata,” katanya.

Wabah coronavirus telah menjadi pukulan bagi industri perjalanan Indonesia dengan pembatalan besar-besaran terhadap penerbangan dan hotel.

Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah mencatat setidaknya 20.000 pembatalan untuk Bali sejak kenaikan virus corona baru pada awal Januari.

Wabah ini juga sangat melukai operator maskapai penerbangan lokal sebagai akibat dari larangan perjalanan yang diberlakukan pemerintah ke dan dari Cina. Pengangkut bendera Garuda Indonesia, misalnya, telah menghentikan 40 penerbangan mingguan ke Cina daratan, sedangkan Lion Air Group, maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia, telah menangguhkan 30 penerbangan mingguan ke China.

Menteri pariwisata mengatakan Indonesia dapat menderita potensi kerugian hingga US $ 2,8 miliar dari wisatawan Tiongkok, yang jumlahnya telah mencapai rata-rata 2 juta wisatawan.

Indonesia melihat 16,1 juta kedatangan wisatawan asing pada tahun 2019, dengan pengunjung Tiongkok berkontribusi 12 persen dari semua kedatangan asing.