Menteri Koperasi dan UKM Ajak Mahasiswa KKN-PPM UGM Majukan Sektor Riil

KKN-PPM UGM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan pengarahan pada pelepasan Mahasiswa KKN-PPM UGM secara daring, Jumat (2/7/2021)

SLEMAN, LINES.id – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengajak mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memaksimalkan kompetensi yang dimiliki untuk memajukan sektor riil seperti pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan secara virtual pada acara Pelepasan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode 2 Tahun 2021 ke seluruh Indonesia, Jumat (2/7/2021).

Ia menyambut baik salah satu tema KKN-PPM UGM tahun ini yakni “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pemberdayaan Ekonomi Berbasis UMKM dan Bumdes” yang disebutnya relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong mahasiswa untuk berwirausaha dan aktif terjun di sektor riil. “Sebagaimana kita ketahui, struktur ekonomi nasional didominasi 99 persen oleh UMKM. UMKM berkontribusi 60 persen terhadap PDB nasional dan 97 persen tenaga kerja. Baiknya ekonomi nasional kita sangat ditentukan baiknya UMKM kita,” kata Teten.

Baca juga: Hibah TTG UGM, SMK Negeri 1 Sewon Jadi Pelopor Kewirausahaan Siswa

Di sisi lain, ia menambahkan, pandemi mengubah gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat. UMKM yang bertahan di tengah pandemi adalah yang mampu beradaptasi dan bertransformasi masuk ke dalam ekosistem digital. “Semoga segera melahirkan wirausahawan-wirausahawan unggul dan tangguh menghadapi setiap perubahan,” katanya.

Pihaknya mencatat saat ini 21% (sekitar 13,7 juta) UMKM Indonesia telah hadir dalam platform digital, tahun 2020 lalu masih di angka 13% (sekitar 8 juta) dan target 30 juta UMKM (sekitar 47%) onboarding digital di akhir 2024. “Digitalisasi memegang peranan penting dalam percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong UMKM Indonesia semakin kuat dan berdaya,” katanya.

UMKM Selama Pandemi

Selama pandemi, terdapat 38% pengguna internet baru dengan rerata waktu online per harinya 4,3-4,7 jam/orang sebagaimana riset Google, Temasek, Bain, pada 2020. Bahkan World Bank (2021) juga menyebutkan 80% UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik di mana 74,1% mengandalkan e-commerce; dengan profil usaha 51% adalah reseller; dan produsen hanya mencapai 11%.

Sementara asosiasi e-commerce Indonesia (IdEA) pun mencatat selama pandemi terjadi kenaikan penjualan pada platform e-commerce sebesar 25%. Artinya, masyarakat Indonesia terutama pelaku UMKM telah keluar dari zona nyaman dan beradaptasi untuk bertahan.

Baca juga: Gelar Pembekalan Umum PKL I, Fakultas Kehutanan Unhas Hadirkan Dosen UGM

“Kami terus mendorong UMKM Go-Digital dengan beberapa pendekatan yakni peningkatan literasi digital, kapasitas dan kualitas usaha. Dan perluasan pasar digital melalui Kampanye BBI, On-boarding platform pengadaan barang & jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, dan Sistem Informasi Ekspor UMKM,” kata Teten.

Dalam kesempatan itu pula, Teten melepas sebanyak 6.029 mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan KKN-PPM UGM secara daring di Balairung UGM. Pelepasan dilakukan secara daring serta luring terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Diketahui, UGM mengadakan KKN daring untuk semua unit tanpa terkecuali bagi mahasiswanya karena situasi pandemi virus corona. Ribuan peserta KKN-PPM UGM periode 2 tahun 2021 ini rencananya akan diterjunkan di 24 provinsi, 70 kabupaten/kota, 178 kecamatan, dan 441 desa di seluruh Indonesia. Mereka akan menjalani KKN secara daring dari tanggal 5 Juli hingga 23 Agustus 2021 mendatang. Selama berada di lokasi kerja mahasiswa peserta KKN-PPM UGM dibimbing oleh 211 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan 18 orang Koordinator Wilayah (Korwil).

KKN PPM UGM Dukung Implementasi ESD

Sementara itu, Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU ASEAN Eng menuturkan KKN PPM UGM  bertujuan untuk menghasilkan calon pemimpin sejati yang memiliki empati dan kepedulian terhadap permasalahan riil di masyarakat. Melalui KKN PPM ini UGM juga berkomitmen untuk mendukung dalam implementasi Education for Sustainable Development (ESD) untuk pencapaian Sutainable Developmnet Goals (SDGs).

Baca juga: Pulihkan Ekonomi di Jateng, Mahasiswa KKN UGM Gelar Webinar Bersama Ganjar Pranowo

“Meski di tengah pandemi, pada tahun 2020 UGM sudah melakukan inovasi pelaksanaan KKN PPM secara daring dan luring terbatas. Berbagai program telah dilaksanakan tidak hanya untuk menghadapi Covid-19 tetapi juga program pembangunan yang lebih luas serta mendapat tanggapan positif dari masyarakat,” paparnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta KKN-PPM UGM untuk selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan meskipun kegiatan KKN dilakukan secara daring. Selain itu, juga tetap menjaga dan menjunjung nama baik UGM dengan dedikasi pengabdian dan prestasi kerja yang tinggi.