Joint Meeting of the ProSPER.Net, UGM: Peran Perguruan Tinggi Esensial dalam Mencapai SDGs

  • Bagikan
UGM
Universitas Chulalongkorn Thailand ketika melaporkan kegiatan ProSPER.Net/UNU-IAS/UNESCO Joint Project - Development of a Framework for the Local Implementation of the SDGs – Phase II: Survey on Community Engagement in Higher Education for Sustainable Development dihadapan seluruh anggota ProSPER.Net yang hadir pada pertemuan Selasa, 24 Agustus 2021

SLEMAN, LINES.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM Prof Ir Irfan Dwidya Prijambada MEng PhD dan Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat DPKM UGM Nanung Agus Fitriyanto SPt MSc PhD menghadiri rapat gabungan (joint meeting) ProSPER.Net 14th General Assembly and 21th Board Meeting pada 24 Agustus 2021 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, ProSPER.Net mengadakan Rapat Majelis (General Assembly) ke-14 dan Rapat Dewan Pengurus (Board Meeting) ke-21 sekaligus. Kegiatan  yang diselenggarakan oleh UNU-IAS sebagai sekretariat ProSPER.Net tersebut dihadiri oleh 18 universitas anggota ProSPER.Net dari RMIT University Australia, Tsinghua University China, TERI School of Advanced Studies India, Universitas Gadjah Mada Indonesia, Hosei University Japan, Keio University Japan, Miyagi University of Education Japan.

Universiti Teknologi Malaysia, Ateneo de Manila University Philippines, University of the Philippines Diliman, Nanyang Technological University Nanyang Environment and Water Research Institute Singapore, University of Peradeniya Sri Lanka, Chulalongkorn University Thailand, King Mongkut’s University of Technology Thonburi Thailand, Mahidol University Thailand, Prince of Songkla University Thailand,  dan Asian Institute of Technology Thailand.

Pertemuan virtual yang diselenggarkan melalui Zoom Meeting Room ini dibuka oleh Profesor Shinobu Yume Yamaguchi yang merupakan Direktur UNU-IAS Jepang. Dalam sambutannya, Prof. Shinobu menekankan bahwa institusi anggota ProSPER.Net harus bisa menciptakan solusi multidisiplin dalam membangun kembali masyarakat selama dan setelah pandemi Covid-19, menuju masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca juga: Gandeng Generasi Milenial, KKN-PPM UGM Karanganyar Gelar Pranatacara Jawi

Selain Profesor Yamaguchi, pertemuan in juga dihadiri oleh Kiyoka Miki, representatif dari Kementerian Lingkungan Jepang. Miki percaya bahwa keterlibatan seluruh universitas anggota ProSPER.Net dalam bentuk penelitian maupun aktivitas lainnya dapat berkontribusi untuk kemajuan akademik dan mengembangkan pemimpin masa depan, yang diperlukan dalam mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi tentang pentingnya mengeksplorasi cara untuk mempromosikan Education for Sustainable Development (ESD) dan mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di tengah tantangan yang muncul akibat pandemi Covid-19.

Peran Perguruan Tinggi Capai SDGs

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan perkenalan beberapa anggota baru dari Sree Sankaracharya University of Sanskrit India, Sophia University Japan, dan Universiti Teknologi Petronas Malaysia. Setelah itu, dilanjutkan dengan update beberapa kegiatan ProSPER.Net sejak Rapat Majelis ke-13 yang diadakan pada tahun 2019 lalu.

Beberapa universitas anggota melaporkan ada yang telah melaksanakan Leadership Programme, Young Researchers’ School, dan Joint Research Projects seperti kegiatan ProSPER.Net/UNU-IAS/UNESCO Joint Project – Development of a Framework for the Local Implementation of the SDGs – Phase II: Survey on Community Engagement in Higher Education for Sustainable Development yang melibatkan UGM dan lima universitas anggota lain selama setahun terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, UGM melakukkan survei kepada dosen-dosen penerima hibah pengabdian pada tahun 2020 untuk melihat sejauh mana kontribusi UGM melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung masyarakat sekitar untuk mengimplementasikan SDGs.

Baca juga: DERU UGM-IKIPMu Maumere Bangun RISBA Puskemas Pembantu di NTT

Nanung Agus Fitriyanto yang mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir mengatakan tentang pentingnya keberlanjutan dan inklusivitas serta peran perguruan tinggi terhadap perncapaian SDGs di masa pandemi. “Peran perguruan tinggi sangat esensial untuk membangun dan memberdayakan masyarakat menuju ke arah yang berkelanjutan. Jaringan ProSPER.Net ini sudah pas untuk kita semua dalam memperkuat koneksi dan membangun masyarakat secara bersama-sama,” ungkapnya.

Acara kemudian ditutup oleh Dr. Takemoto dari UNU-IAS dengan berterima kasih kepada seluruh partisipan, atas kehadiran, kontribusi, dan dukungannya terhadap pertemuan gabungan tersebut.

Tentang SDGs

Dalam sejarahnya, ProSPER.Net didirikan pada tahun 2008 yang merupakan aliansi universitas terkemuka di kawasan Asia-Pasifik. Hingga Juli 2021, sudah ada 50 universitas dari berbagai disiplin ilmu yang menjadi anggota ProSPER.Net. Semua universitas tersebut bersama-sama mencapai visi untuk memainkan peran utama dalam transformasi masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan atau yang sering kita dengar sebagai sustainable development.

Lingkungan yang terus berubah dan permasalahan-permasalahan global menjadi menjadi latar belakang tujuan diagendakannya ProSPER.Net 14th General Assembly and 21th Board Meeting pada 24 Agustus lalu. Rapat gabungan (joint meeting) ini bertujuan untuk meninjau dan memikirkan kembali arah strategis jaringan ProSPER.Net dalam lima tahun ke depan.

Lebih detailnya, pertemuan ini diselenggarakan untuk menginventarisasi kegiatan yang telah dilaksanakan; mengkaji capaian-capaian, tantangan, dan peluang; serta menyusun arah strategis secara kolektif untuk lima tahun ke depan. Selanjutnya, hasil diskusi dari Rapat Dewan Pengurus kemudian dipresentasikan dalam Rapat Majelis untuk mendapatkan proposal dan kesepakan lebih lanjut dari para anggota ProSPER.Net.

  • Bagikan