Gelar Pembekalan Umum PKL I, Fakultas Kehutanan Unhas Hadirkan Dosen UGM

  • Bagikan
Fakultas Kehutanan
Dari kiri ke kanan: Prof Dr Ir Daud Malamassam MAgr (Dosen Fakultas Kehutanan Unhas); Atus Syahbudin SHut MAgr PhD (Dosen Fakultas Kehutanan UGM); Makkarennu SHut MSi PhD dan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas Dr A Mujetahid SHut MP.

MAKASSAR, LINES.id – Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pembekalan umum Praktik Kerja Lapang (PKL) I periode 2021/2022 secara virtual dengan mengusung tema “Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Getah Pinus”, Sabtu (5/6/2021). Hadir sebagai narasumber Dosen Fakultas Kehutanan Unhas Prof Dr Ir Daud Malamassam MAgr dan Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Atus Syahbudin SHut MAgr PhD.

Koordinator PKL I Makkarennu SHut MSi PhD dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan PKL I sudah dipersiapkan sebelumnya, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi dan tahap pembekalan yang berlangsung hari ini. “Sebanyak 113 orang mendaftar pembekalan ini. Semoga semua peserta bisa mengikuti sampai tahap akhir,” kata Makkarennu.

Pembekalan dilanjutkan ke tahap pelaksanaan kegiatan selama kurang lebih satu setengah bulan, “Adapun PKL dilaksanakan di hutan pendidikan dan kampung rimba Fakultas Kehutanan Unhas,” ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan Unhas Dr A Mujetahid SHut MP menyampaikan terima kasih kepada semua dosen terkhusus koordinator PKL I atas terlaksananya kegiatan pembukaan dan pembekalan PKL I ini serta seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan PKL.

Baca juga: Cegah Plagiarisme, UMI Maksimalkan Turnitin

Baca juga: Hari Lingkungan Hidup, LDII Dukung Generasi Restorasi

 

“PKL ini merupakan salah satu mata kuliah yang harus dijalani oleh setiap mahasiswa kehutanan untuk menyelesaikan studinya. Era globalisasi menuntut kesiapan sumber daya manusia untuk berperan, seperti alumni fakultas kehutanan untuk berperan dan berkompetisi di dunia kerja,” urainya.

Mujetahid menegaskan, perguruan tinggi terutama di fakultas kehutanan akan menyiapkan alumni-alumni yang siap memasuki dunia kerja. Di sisi lain, pembenahan dalam meningkatkan kompetensi lulusan salah satunya adalah mengikuti PKL.

Etika dan Profesionalisme Rimbawan

Narasumber pertama Prof Dr Ir Daud Malamassam dalam materinya mengangkat tema “Etika dan Profesionalisme Rimbawan”. Etika menjelaskan tentang pantas dan tidaknya suatu tindakan atau sikap. Menurutnya, orang yang benar-benar profesional akan selalu saling menghormati dan menghargai (beretika).

“Sikap saling memuji di setiap pertemuan merupakan bagian dari etika sedangkan profesionalisme merupakan sifat etik sebagai prinsip hidup yang disampaikan dalam pelaksanaan tugas-tugas,” jelas Prof Daud.

Etika rimbawan merupakan prinsip, sikap, komitmen dan tindakan yang menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap pelestarian hutan dan sumber daya alam untuk kemakmuran umat manusia.

Baca juga: Terapkan TTG, UGM-Sako SPN Dukung Warga Jaten Produktifkan Pekarangan

Baca juga: Pahami Flora Pegunungan, Mahasiswa Dendrologi UGM-ITB-UNS Kuliah Online Bersama

 

“Sedangkan rimbawan profesional adalah rimbawan yang selalu mematuhi dan mengamalkan etika profesi rimbawan. Profesionalisme seorang rimbawan ditentukan oleh pemahaman, kemampuan dan kemauannya untuk menerapkan etika profesi rimbawan,” ungkapnya.

Sementara Dosen Fakultas Kehutanan UGM Atus Syahbudin SHut MAgr PhD mengangkat tema “Profesionalisme dan Etika Rimbawan Menjawab Tantangan di Era Milenial”. “Berbicara profesionalisme, etika rimbawan bagi mahasiswa di era millenial ini adalah sikap yang perlu dilakukan,” jelas Atus.

Menurutnya, dengan adanya PKL bukan hanya teori yang kita tahu, tapi kita akan mengenal dan merasakan secara langsung kerja di lapangan. Profesional berarti berbicara tentang kebiasaan bekerja keras, ketika bekerja keras terbiasa dilakukan sejak kecil akhirnya profesional dalam bekerja keras menjadi reflek untuk selalu berbuat baik atau berbuat profesional.

“Dalam hal praktik kehutanan berarti kita membiasakan untuk praktik di dalam hutan sehingga menjadi profesional dengan kegiatan kehutanan,” katanya.

  • Bagikan