Bertahan dan Bangkit dari Dampak Ekonomi Covid-19

Dampak ekonomi Covid-19
Ilustrasi dampak Covid-19 terhadap perekonomian (Foto: detik.com)

Seberapa parahnya ekonomi di Indonesia dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, ekonomi Indonesia akan tumbuh minus 0,4%, tetapi lembaga keuangan lain, seperti bank dunia memperkirakan lebih dalam lagi. Namun apabila sakitnya tergolong ringan, maka masih bisa plus 2,3%.

Kesehatan dan ekonomi, prioritas mana?

Ada dua sisi yang bersebelahan, sisi kesehatan dan sisi ekonomi, manakah yang harus diselamatkan terlebih dahulu? Tidak mungkin pemerintah menyelamat kesehatan tetapi ekonomi ambruk, tidak mungkin pula pemerintah mengorbankan masyarakat untuk menyelamatkan ekonomi. Jadi pemerintah dalam hal ini berusaha mengambil jalan tengah, oleh sebab itu saat ini diterapkan new normal. Artinya pemerintah ingin mengaktifkan kegiatan perekonomian dengan normal tetapi ada syaratnya yaitu menjaga jarak, menggunakan masker, dan sering mencuci tangan.

New normal juga bertujuan supaya dapat mempekerjakan kembali karyawan yang di PHK, supaya bisa normal kembali jam kerjanya. Ojek yang sempat berhenti bisa mengangkut penumpang kembali, angkutan-angkutan yang sempat berhenti total baik udara, laut, darat sekarang diberi kelonggaran yang penting tetap menerapkan protokol kesehatan.

Untuk sektor pariwisata bisa kembali normal tentu melalui beberapa tahap, yang pertama adalah angkutan. Ketika angkutan dibuka, maka membuka akses para wisatawan untuk mengunjungi kota lain.




Baca juga: Pandemi Corona, Bagaimana Ketahanan Pangan di Indonesia?

Baca juga: Ini Dia 8 Pesangon PHK Karyawan Gojek

 

Bertahan dan bangkit

Pemerintah memberikan keringanan penundaan cicilan pinjaman, pemerintah menyediakan pula dana/anggaran untuk pertumbuhan ekonomi. Seperti penundaan pajak, dan potongan biaya listrik PLN.

Memulai bangkit dari dampak Covid-19, pengusaha dipersilakan melanjutkan usahanya. Era new normal diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan kembali baik dari sisi konsumen, produsen, ataupun pemerintah itu sendiri dengan memprioritaskan bagaimana supaya aktivitas perekonomian bisa berjalan kembali.

Semua pihak/sektor pasti terkena dampak dari Covid-19, maka manfaatkan kebijakan pemerintah untuk menjalankan perekonomian seperti halnya normal tetapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja, pedagang, pengusaha, guru, siswa/mahasiswa, saat ini dipersilakan melakukan kegiatan sebagaimana normal dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.