oleh

Pandemi Corona, Bagaimana Ketahanan Pangan di Indonesia?

LINES.id – Wabah virus corona (COVID-19) memasuki bulan ke empat. Jutaan masyarakat di dunia terserang virus tersebut, sebagian sembuh dan jumlah kematian juga cukup tinggi. Bagaimana kondisi pangan global, khususnya di Indonesia, selama maupun pasca-wabah virus COVID-19? Percaturan pangan global dilihat dari neraca perdagangan dunia. Indeks harga pangan FAO sudah turun 1 persen mulai Februari 2020. Sepertinya, akan terus mengalami penurunan, sebab kekuatan besar pangan yang masih bertumpu pada USA dan Tiongkok terkendala wabah virus COVID-19 yang berat.

“Kalau mengikuti pernyataan beberapa petinggi negara di Eropa, Amerika dan Asia, beberapa bulan ke depan setiap negara masih memikirkan dirinya sendiri. Jadi, kalau stok pangan di dalam negeri kurang, siap-siap saja untuk gigit jari,” kata Azwar Hadi Nasution, peneliti Institut Agroekologi Indonesia (INAgri), kepada Mongabay Indonesia, Senin (13/4/2020).

Bagaimana dengan Indonesia?

Dilansir mongabay.co.id, dikatakan alumni S2 Bioteknologi Tanah dan Lingkungan IPB, ada enam jenis pangan yang harus menjadi perhatian Indonesia selama pandemi COVID-19, yakni beras, jagung, kedelai, bawang putih, daging [berkaki empat], dan ayam.

Baca juga: Jokowi: Lima Skema Perlindungan dan Pemulihan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Bisa Dicontoh! Pasar Tradisional Salatiga Terapkan Physical Distancing

 

“Jika tidak diantisipasi, kelangkaan pertama akan datang dari beras dan bawang putih. Dampaknya akan terasa mulai Maret-April 2020 dan puncaknya adalah Agustus-September 2020. Kita masih sedikit bernafas lega saat ini, karena panen raya padi sedang dimulai,” katanya.

Upaya mencegah krisis pangan

Mengantisipasi atau mencegah kemungkinan krisis pangan selama maupun pasca-wabah COVID-19, ada beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah dalam jangka pendek. Pertama, hentikan pangan sebagai bisnis. Pangan adalah hak yang harus dijamin pemenuhannya. Kedua, gerakkan BULOG untuk siaga nasional penyangga pangan. Ketiga, penyiapan pangan untuk wilayah yang ditutup maksimal. Keempat, stabilitas harga pangan.

Upaya yang harus dilakukan masyarakat adalah terus pelihara solidaritas dan bangun lumbung pangan lokal. Kawal penggilingan beras di desa, segera jemur gabah untuk persiapan darurat beras, galakkan beli langsung dari petani dan komunitas petani untuk memperpendek rantai distribusi. Terus bertani secara ekologis [agroekologi] untuk menghasilkan pangan yang sehat.

Ada juga upaya…

Komentar

News Feed