Pilihan Investasi dengan BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta

Investasi
Ilustrasi BLT subsidi gaji (Foto: pikiran-rakyat.com)

Meski bukan dana rutin yang diterima, bantuan ini bisa untuk memenuhi kewajiban angsuran pada bulan tersebut. Misalnya, untuk bayar cicilan kartu kredit hingga bila memungkinkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

3. Modal usaha

Bila kebutuhan harian dan utang sudah dipenuhi lalu masih ada sisa, Andi bilang, dana itu bisa digunakan untuk modal usaha. Namun jumlahnya perlu dicermati.

Ia memberi simulasi agar dana digunakan secara bertahap. Misalnya 30 persen dulu. Lalu kalau usaha memberi hasil yang cukup baik, bisa ditambahkan menjadi 50 persen hingga akhirnya dipakai semua.

“Tentunya usaha ini disesuaikan dengan kemampuan atau minat, kira-kira usaha apa? Kalau yang mau laku mungkin bisa yang tren juga, seperti frozen foods, masker, tanaman hias, dan lainnya, kebetulan modalnya tidak besar,” katanya.

Andi mengatakan alokasi dana BLT subsidi gaji untuk modal usaha ini sangat bermanfaat karena bisa memutar dana. Dengan begitu, nilainya bertambah dari pagu awal dan bisa memberi manfaat jangka panjang meski nominalnya tidak terlalu besar.

4. Investasi

Selain modal usaha, tentu dana BLT Subsidi gaji bisa digunakan untuk berinvestasi. Pilihan ini, menurutnya, tepat bagi orang-orang yang mungkin tidak terlalu percaya diri untuk mengelola bisnis baru, namun ingin dana berkembang.

Untuk pilihan instrumen investasi dengan pagu Rp2,4 juta beragam. Pertama, bisa coba ke deposito online dari bank. Instrumen ini cocok untuk orang dengan profil risiko konservatif dan mereka yang ingin menjadikan dana ini sebagai dana darurat karena terbilang cepat pencairannya.

Baca juga: 1,2 T Masuk Bursa RI, 5 Saham Ini Laris Manis Diborong Asing

Baca juga: Kabar Gembira! Indonesia Akhirnya Bisa Transaksi Bitcoin Cs di Bursa Lokal

 

“Cocok untuk dana darurat, kalau sekarang belum ada pengeluaran, bisa disimpan dulu, tapi cepat penarikannya dengan keamanan yang steady,” imbuhnya.

Kedua, logam mulia. Instrumen ini juga cocok untuk mereka yang konservatif. Tapi kalau bisa, kata Andi, lebih baik beli emas batangan, bukan online.

“Perlu pegang fisik untuk minimalisir risiko. Kalau emas online, lebih cocok kalau yang mau cicil belinya, top up. Tapi kalau sudah ada dananya, langsung beli saja,” tuturnya.

Ketiga, reksa dana. Andi bilang instrumen ini yang paling menjanjikan, khususnya reksa dana saham dan campuran. Keuntungannya, harga pembeliannya tidak terlalu besar seperti obligasi misalnya, tapi memberikan imbal hasil yang cukup menarik dalam jangka waktu pendek dan menengah sampai tiga tahun.

“Nilai aktiva akan tumbuh maksimal meski dengan nilai (awal) yang tidak terlalu besar, tapi bisa disisihkan untuk investasi. Bisa juga ke reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang kalau lebih konservatif dan belum siap hadapi turun naiknya bursa saham,” katanya.

Keempat, Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning Agustina Fitria menambahkan, dana Rp2,4 juta cocok juga dimasukkan ke instrumen investasi saham. Namun, saham yang dituju bukanlah saham blue chip atau berkapitalisasi besar.

“Tapi tidak apa, asal emitennya bagus track record-nya, bisa beli 100-1.000 lembar lumayan untuk awal investasi,” ucap Agustina.

Kelima, investasi sukuk tabungan. Agustina bilang surat utang pemerintah ini bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp1 juta, sehingga masih masuk untuk penerima BLT Subsidi Upah yang mendapat dana Rp2,4 juta.

“Tapi memang dua tahun tidak bisa diambil ya, hanya bisa dapat bunganya setiap bulan, baru setelah jatuh tempo bisa diambil,” pungkasnya.