Terapkan TTG, UGM-Sako SPN Dukung Warga Jaten Produktifkan Pekarangan

UGM
Ketua tim pengabdian UGM, Atus Syahbudin SHut MAgr PhD (kiri) menyerahkan secara simbolis bantuan empon-empon kepada Sekretaris Desa Jaten, Teguh Setiawan (kanan) dan disaksikan oleh Sarsam Wahyudi, anggota Kelompok Tani Citrun Jaya.

NGAWI, LINES.id – Datangnya musim penghujan mendukung upaya masyarakat Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo, Ngawi untuk terus memproduktifkan pekarangannya selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

Hal itu didukung oleh Tim pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketuai oleh Atus Syahbudin SHut MAgr PhD (Fakultas Kehutanan) bersama Nasih Yuwono SP MP (Fakultas Pertanian) dan Ridla Arifriana (Sekolah Vokasi) dengan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG).

Empat TTG tersebut di antaranya teknologi ember tumpuk untuk menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah organik rumah tangga, teknologi vertikultur guna pembudidayaan bunga telang (Clitoria ternatea), penggunaan bunga telang bermahkota tumpuk, dan pembudidayaan empon-empon berkualitas unggul.

Pada tahap I, telah diserahterimakan bantuan kepada Ketua Kelompok Tani Citrun Jaya, Triono. Pada tahap II, Sekretaris Desa Jaten, Teguh Setiawan menerima secara simbolis bantuan bibit empon-empon dari UGM di kediamannya, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Teknologi Ember Tumpuk, Solusi Pemanfaatan Limbah Organik Inisasi UGM

Baca juga: Mahasiswa KKN PPM UGM Inisiasi Penanganan Ternak hingga Pencegahan Stunting

 

Keduanya mendukung langkah UGM dalam rangka memanjukan Desa Jaten. Teguh mengatakan, empon-empon ini sangat cocok dengan potensi yang ada di Desa Jaten. “Mohon UGM pun terus membimbing SDM masyarakat,” harap Teguh.

Masyarakat Jaten terlihat begitu antusias menanam empon-empon berkualitas unggul di pekarangannya. Ada empon-empon yang ditanam bersama dengan bunga telang seperti yang dipraktekkan oleh Sarsam Wahyudi, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Citrun Jaya. Selain dapat dikonsumsi sendiri untuk meningkatkan imun tubuh, hasil panen empon-empon diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan Sarsam telah membersihkan kebun belakang rumahnya dan menanaminya dengan jahe merah di dua sisi bedengan dan bunga telang pada bagian tengah bedengan. Sarsam berencana menerapkan teknologi vertikultur pada bunga telang. Serai wangi juga ia tanam di tepi-tepi kebun.

Webinar Tim Pengabdian UGM

Selain kegiatan fisik yang dilakukan secara luar jaringan (luring), tim pengabdian UGM juga mengadakan webinar bertemakan “Khasiat Rempah-Rempah dan Kemandirian Pangan di Rumah” dengan mengajak anggota gerakan pramuka dan awak media, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Tanpa Terjun Lapangan, Pelaksanaan KKN Daring UGM Mampu Selesaikan 94 Program KKN di Ngawi

Baca juga: Mugus SAKO SPN Sleman, Pramuka Wadah Pembinaan Akhlak

 

Narasumber yang dihadirkan antara lain dr Indah Hastuti MPharm Sci (cand.) dari Dinas Kesehatan Tegal, Edwin Sumirosa dan Muhammad Ramdan SPsi dari Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN) Tingkat Nasional.

“Selain bekerja sama dengan masyarakat, Bappelitbang dan organisasi perangkat daerah, pengabdian UGM di lereng utara Gunung Lawu kini mulai melibatkan anggota gerakan pramuka dan para jurnalis. Semoga upaya ini memberikan dampak lebih luas lagi,” harap Atus yang diamanati pula sebagai Wakil Ketua Pimpinan Saka Wanabhakti DIY.

Dalam paparannya, dr Indah Hastuti berbagi resep empon-empon pada sesi webinar yang berasal dari Wisata Kesehatan Jamu (WKJ), Dinas Kesehatan Tegal. Sementara itu, Edwin Sumirosa dan Muhammad Ramdan menguraikan berbagai praktek hidroponik, budidaya empon-empon, ikan di dalam ember (budikdamber), ayam kampung dan pedaging.

Baca juga: 17 DMD Sakoda SPN DIY Resmi Dilantik, GKR Mangkubumi Ikuti Secara Virtual

Baca juga: Wadah Kaderisasi, SAKO SPN Lantik 38 Dewan Muda Nasional

 

UGM
Ketua Pimpinan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara, Edwin Sumirosa menyampaikan materi tentang budikdamber, beternak ayam kampung dan pedaging skala rumahan.

Menurut Edwin, untuk memanfaatkan pekarangan secara produktif selama di rumah diperlukan minat, pengetahuan, pengalaman, dan modal. Sebagai Ketua Pinsakonas SPN, Edwin telah lebih dulu memberikan teladan di pekarangan rumahnya dengan budikdamber, beternak ayam kampung dan pedaging skala rumahan.

“Mari pikirkan hal manfaat dan produktif selama di rumah, sesuaikan target menurut kemampuan dan kesempatan. Akseslah melalui media digital. Lakukan sebisanya dan terus tingkatkan kinerjanya. Cobalah dari hal yang kecil dan realistis,” ajak Edwin yang aktif pula sebagai Ketua DPW LDII dan IOF Kabupaten Banten.

Sementara itu Kasubdit KKN-PPM Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Dr Ir Ambar Kusumandari MES dan Kepala Bidang LITBANG Bappelitbang Ngawi Sargian Januardy SH MM mengapresiasi kegiatan pengabdian ini. “Kegiatan yang bagus dan inspiratif ini saya harap mampu membuka peluang usaha,” harap Ambar.