Mahasiswa KKN PPM UGM Inisiasi Penanganan Ternak hingga Pencegahan Stunting

KKN PPM UGM
Rapat daring penyiapan materi kegiatan KKN PPM.

NGAWI, LINES.id – Herdian Ibnu Arisfauzi, mahasiswa Jurusan Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan UGM memberikan penanganan ternak selama Idul Adha lalu di Desa Brubuh, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Kontribusinya di bidang peternakan tersebut karena melihat sebagian warganya beternak sapi.

Program penanganan ternak selama Idul Adha lalu bertujuan untuk mengurangi resiko bahaya yang dapat timbul akibat dari kesalahan penanganan ternak. Penanganan ternak yang tepat dapat meningkatkan keamanan bagi panitia kurban, warga sekitar, dan dapat pula mempertahankan kualitas produk ternak. “Dengan demikian, perayaan Idul Adha kemarin dapat berjalan dengan lancar,” ucap Herdian.

Selain penanganan ternak, Herdian juga menginisiasi pembuatan pupuk kompos, budidaya lebah madu, dan pencegahan stunting dengan susu. Pembuatan pupuk kompos dan budidaya lebah madu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas warga pada masa pandemi Covid-19.




Baca juga: KKN-PPM UGM Periode 2 Unit Jogorogo Luncurkan Buku Saku Wiyata Budaya

Baca juga: Kupas Secara Komprehensif, PK Silin Fakultas Kehutanan UGM Gelar 5 Seri Seminar Daring

 

KKN PPM UGM
Desa Wisata Brubuh

Pembuatan pupuk kompos mengubah kotoran ternak menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan guna peningkatan keindahan alam. “Pupuk kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk memupuk bunga dan pepohonan di sekitar objek wisata,” jelas Herdian.

Selanjutnya, pengusahaan lebah madu stingless yang dibudidayakan tidak hanya berpotensi menambah penghasilan warga Desa Brubuh dari produk yang dihasilkannya, namun dapat pula berperan untuk mendukung pesona desa wisata. Lebah madu dapat membantu penyerbukan secara alami pada bunga dari pepohonan di sekitar obyek wisata.

Dari hewan ternak, Herdian pun berharap warga mampu mencegah stunting melalui program minum susu. Warga seyogyanya lebih waspada terhadap bahaya stunting. Susu yang dikenal tinggi akan nilai gizi dapat dimanfaatkan untuk mencegah stunting. Warga dengan kebutuhan gizi yang terpenuhi akan lebih resisten terhadap stunting sehingga pertumbuhan dan perkembangan dapat berjalan dengan baik, serta tingkat kesehatan dan kecerdasan warga dapat terus meningkat.




Baca juga: PSDIK FKT UGM Laksanakan Ujian Tertutup Daring, Disertasi Ungkap Kehati Gunung Merapi

Baca juga: Dimulai 29 Juni, Mahasiswa KKN-PPM UGM Siap Kembangkan Jogorogo via Daring

 

Program KKN-PPM UGM

Program penanganan ternak hingga pencegahan stunting dilaksanakan Herdian saat melaksanakan KKN-PPM UGM Periode 2 Juni-Agustus 2020. Mengangkat tema “Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 guna Mendukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo, Ngawi”. Tema tersebut sejalan dengan program Pesona Desa Wisata Brubuh yang sedang digalakkan.

KKN PPM UGM
Desa Wisata Brubuh

Program-program KKN-PPM UGM tersebut terus disosialisasikan kepada warga Desa Brubuh melalui buku dan booklet, baik berbentuk softfile maupun hardfile yang telah diterima oleh perangkat Desa Brubuh. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi warga Desa Brubuh dengan berbagai kegiatan positif selama di rumah saja. Dengan demikian mampu menjadikan Pesona Wisata Desa Brubuh terus berkembang.

Sejalan dengan program tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Atus Syahbudin SHut MAgr PhD menekankan pentingnya melestarikan flora hutan Gunung Lawu. Serta mewujudkan dan memelihara keindahan dan kenyamanan obyek wisata Desa Brubuh.




Baca juga: Reviewer LPDP Kupas Syarat Lolos Beasiswa ke Luar Negeri

Baca juga: Reviewer LPDP Bekali Ratusan Mahasiswa Raih Beasiswa Luar Negeri

 

“Tegakan pepohonan dapat memberikan nilai keindahan seperti penampakan batang, tajuk, warna dan bentuk daun. Destinasi wisata Srambang park dan Sumber Koso itu menawan berkat batang-batang pohon pinus yang berjajar rapi dan subur. Pengolahan pupuk kompos dari kotoran sapi dan pengusahaan lebah madu tentu akan mendukung ke arah sana,” ungkap Atus yang menekuni keanekaragaman flora hutan pegunungan di Pulau Jawa.