MAKASSAR, LINES.id – Di tengah pandemik Covid-19, perguruan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk Universitas Negeri Makassar (UNM) memberlakukan kuliah secara daring (online).
Kuliah daring dilakukan berdasarkan pada surat edaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, dan edaran Rektor UNM.
Keluarnya edaran pemerintah untuk melakukan aktifitas dari rumah, work from home, adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang telah menjadi bencana global.
Kuliah daring memanfaatkan teknologi digital secara online dari tempat tinggal dosen dan para mahasiswanya. Ada sejumlah perangkat teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran daring. Seperti melalui Portal e-Learning UNM, LMS (Learning Management System) UNM, Skype, Zoom, dan perangkat media sosial lainnya, seperti facebook, WhatsApp, Instagram, dan lain-lain.
Salah satu dosen yang memanfaatkan Zoom App dalam kuliah daring ini adalah Dr Dra Hj Laelah Azizah S Suhaeb M Hum. Alumni S3 bidang Linguistik dari Universitas Hasanuddin yang juga dosen senior pada Jurusan Bahasa Asing, Program Studi Bahasa Jerman FBS UNM.
Baca juga: Update Covid-19 Aceh, Penambahan ODP Sebanyak 96 Kasus
Kuliah daring beri dampak positif

Ia memanfaatkan Zoom Application karena menurutnya mudah penerapannya. “Hanya saja bagi mahasiswa penggunaan Vicon Zoom ini cukup mahal di paket datanya, bisa sampai Rp. 20.000 – 25 000 setiap kali perkuliahan daring,” ujarnya.
Dr Nurlaelah Samad juga menambahkan bahwa kuliah daring seperti halnya kuliah biasa. Hanya saja tidak bisa berinteraksi secara langsung seperti pada kuliah konvensional.
Kuliah daring dalam mata kuliah Germanistik Linguistik ini telah tiga minggu dilaksanakan oleh Dr Nurlaelah Samad. Yakni setiap hari Selasa siang.
Dari 24 mahasiswa, 22 mahasiswa yang dapat memanfaatkan fasilitas Vicon Zoom dengan baik dan hanya 2 diantaranya yang tidak dapat memanfaatkan dengan kendala jaringan. Dua mahasiswa tersebut menggunakan fasilitas lainnya, yaitu WhatsApp.
Baca juga: Pimpinan FBS UNM Gelar Rapat Secara Daring di Tengah Pandemik Covid-19
Baca juga: Perjuangan Seorang Ibu di Tengah Lockdown, Jalan Kaki ke Singapura Demi Rawat Anak Sakit
Salah satu dosen FBS UNM, Prof Dr Sukardi Weda, yang juga Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan menyambut baik. Serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada teman-teman dosen yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam situasi yang belum normal ini.
Menurut Sukardi Weda, kuliah secara daring memberikan banyak manfaat. Karena mahasiswa lebih aktif menyampaikan saran, komentar, dan pertanyaan kepada dosen juga kepada kelompok presentasi.
Kuliah secara online inilah sesungguhnya yang student centered approach, yang memberikan ruang kreatifitas kepada mahasiswa untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan pendapatnya. [SW/Lines]












