Para sahabat berkata, “Lantas siapakah mereka ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dia syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit (tha’un) juga syahid, siapa yang mati karena sakit perut juga syahid.”
Ibnu Miqsam berkata, “Saya bersaksi atas bapakmu mengenai hadits ini, bahwa beliau juga berkata, “Orang yang meninggal karena tenggelam juga syahid.” Dan telah menceritakan kepadaku Abdul Hamid bin Bayan Al Wasithi telah menceritakan kepada kami Khalid dari Suhail dengan sanad seperti ini, namun dalam haditsnya disebutkan; Suhail berkata; Ubaidullah bin Miqsam berkata, “Saya bersaksi atas saudara laki-lakimu bahwa dalam hadits ini dia menambahkan, “Barangsiapa meninggal karena tenggelam, maka ia syahid.”
Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Suhail dengan sanad ini, dan dalam haditsnya dia menyebutkan; telah mengabarkan kepadaku ‘Ubaidullah bin Miqsam dari Abu Shalih dan dia juga menambahkan, “Dan orang yang meninggal karena tenggelam juga syahid.” (Rowahu Muslim)
Baca juga: Kepanikan terhadap Wabah bisa Melahirkan Takdir Baru
Baca juga: Memaknai Rasa Takut Berdasarkan Sabda Nabi Muhammad SAW
Jangan sombong dan jangan meremehkan
Sederet dalil yang menyebutkan bahwa mati karena wabah penyakit (tha’un) adalah syahid memang benar adanya. Namun dengan sebuah catatan, yaitu ketika bersabar, dengan tidak meremehkan dan tidak sombong dalam menghadapinya.
Artinya, tetap mengikuti protokol, tidak merasa sehat dan tidak akan kena wabah, sehingga tercermin dalam perbuatannya yang terkesan sombong. Gak mau pakai masker, masih sering keluar rumah, suka kumpul-kumpul dan lain sebagainya.
Dan ketika terkena, misalnya – na’udzubillahi min dzalik – tetap sabar dan terus husnudhon billah, niat tetap terjaga penuh pengharapan, dibarengi penerimaan yang dalam dan diakhiri kepasrahan yang menjulang kepada Allah. Kenapa hal ini saya sampaikan? Sebab, ada nasihat Mbah Guru Kehidupan dalam situasi ini agar kita tetap sabar menghadapi Covid-19 ini, jangan sombong dan jangan meremehkan.












