NGAWI, LINES.id – Mahasiswa KKN-PPM UGM periode 2 yang dilaksanakan bulan Juni-Agustus 2020 terpaksa dilaksanakan secara daring. Masa pandemi Covid-19 tidak memungkinkan mahasiswa untuk terjun ke lapangan dikarenakan alasan kesehatan. Meski demikian, mahasiswa KKN diharapkan tetap kreatif, kritis dan luwes dalam berkomunikasi secara daring dengan masyarakat.
Hal itu diungkapkan Kepala Subdirektorat KKN Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) UGM Dr Ir Ambar Kusumandari MES. “Kegiatan KKN secara tatap muka belum diijinkan demi saling menjaga kesehatan,” ucapnya.
Namun demikian, KKN-PPM UGM yang dilaksanakan secara daring tersebut terbilang sukses. Sebagai contoh KKN-PPM UGM yang dilaksanakan di Desa Brubuh dan Desa Jaten di Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.
Dalam pengabdiannya selama 50 hari, sebanyak 25 mahasiswa sukses menghasilkan 94 program pemberdayaan masyarakat. Dalam pelaksanaannya didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Atus Syahbudin SHut MAgr PhD (Fakultas Kehutanan) dan Koordinator Wilayah Dr Moh Masrukhi MHum (Fakultas Ilmu Budaya).
Baca juga: Mahasiswa KKN-PPM UGM Terbitkan Buku Saku “Daily English Conversation” untuk Pemandu Desa Wisata
Baca juga: Mahasiswa KKN PPM UGM Inisiasi Penanganan Ternak hingga Pencegahan Stunting
KKN tersebut bertemakan “Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Rangka Menghadapi Pandemi Covid-19 untuk Mendukung Eco-tourism dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo, Ngawi”.
Hasil 94 program KKN secara daring
Sebanyak 94 program yang dilaksanakan menghasilkan beberapa produk antara lain buku profil dan master plan desa, 2x webinar strategi promosi desa wisata dan pelestarian kerajinan bambu, pembaharuan website dan instagram desa, buku saku, peta, leaflet, dan poster. Diproduksi juga 13 video edukasi, 2 podcast, dan 2 artikel pengabdian.
“Master plan Desa Jaten dan buku profil Desa Wisata Brubuh berhasil diselesaikan. Ini sesuai keinginan dan hasil komunikasi secara daring dengan perangkat desa. Mahasiswa KKN juga menghasilkan lebih dari 32 buku panduan, leaflet dan poster serta 5 peta, dan produk milenial lainnya. Semuanya ini dalam rangka membantu agar masyarakat sejahtera, sekaligus tetap melestarikan flora-fauna, lanskap dan sumber air di Gunung Lawu,” papar Atus yang sejak 2014 turut mengembangkan desa wisata dan homestay di lereng utara Gunung Lawu, Senin (31/8/2020).
Zulfa Parulian Alzuhdy selaku Koordinator Mahasiswa Unit KKN Jogorogo dalam pelaksanaannya didampingi koordinator sub-unit di tingkat desa, Erric Maulana I, Haryo Bayu W, Abdurrahman, dan Hilal. Program-program KKN dibagi menjadi beberapa kategori, seperti peningkatan kapasitas masyarakat Desa Wisata Brubuh berupa penyusunan buku saku Bahasa Inggris bagi pemandu desa wisata, pelatihan bahasa Inggris, pelatihan pengolahan produk berbasis hasil pertanian lokal, sosialisasi sertifikasi produk pangan-industri rumah tangga (SPP-IRT), psikoedukasi self-acceptance pada remaja putri dan mindful parenting.
Baca juga: KKN-PPM UGM Periode 2 Unit Jogorogo Luncurkan Buku Saku Wiyata Budaya
Baca juga: Kupas Secara Komprehensif, PK Silin Fakultas Kehutanan UGM Gelar 5 Seri Seminar Daring
Hasil pengembangan Desa Brubuh dan Jaten
Program Menuju Desa Brubuh Tangguh Covid-19 berupa sosialisasi tata cara berkumpul di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan edukasi pelaksanaan pariwisata dalam masa Covid-19, pentingnya peran orangtua meningkatkan motivasi anak saat pembelajaran online, serta pembuatan materi belajar matematika 6 SD. Selanjutnya, ada penyusunan Profil Desa Brubuh berupa pembuatan story maps, materi struktur pemerintahan dan kelembagaan masyarakat, statistik kependudukan, potensi olahan pertanian, pengenalan potensi wilayah dalam aspek geografi, pembuatan peta tematik desa digital/konvensional, infografis monografi, dan sosialisasi manfaat menjadi desa wisata.

Adapun mengenai peningkatan nilai jual hasil pertanian dilakukan pembuatan skema distribusi pengelolaan hasil pertanian sebagai peningkatan nilai jual produk mandiri desa, sosialisasi penanganan pasca-panen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen dan pembuatan buku panduan budi daya telang.
Sementara itu, permasalahan di Desa Jaten cukup beragam. Salah satunya keinginan untuk dibangunnya rest area. Untuk itu dibutuhkan sebuah masterplan sederhana yang meliputi desain bangunan, potensi desa dan kelemahannya. Potensi dan permasalahan digali dari komunikasi dengan perangkat desa, buku acuan, dan RPJM Desa. Lalu program edukasi pertanian dan peternakan berupa pembuatan materi tutorial mengenai POC (Pupuk Organik Cair) dengan Teknologi Tepat Guna ember tumpuk, biochar, dan sosialisasi Desa Apps.
Program terkait perlengkapan administrasi desa antara lain pembuatan peta desa tentang penggunaan lahan, peta Ruang Terbuka Hijau, peta persebaran Eco-Tourism, dan peta persebaran home stay. Dalam upaya peningkatan kesehatan dan well-being disusun buku Tanaman Obat Keluarga, Pola Gizi Seimbang, dan Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Tepat).
Terkait penanganan Covid-19 berhasil disusun materi yang disampaikan dalam bentuk video berjudul Apa Itu Pandemi Covid-19, Kenapa Harus New-Normal, dan Poster Pola Hidup Bersih dan Sehat. Buku yang disusun bagi masyarakat Desa Jaten berjudul Menjadi Tour Guide, Menjadi Warga Negara Hebat, Wiyata Wayang, Trawaca Aksara, dan poster Pariwisata Sari Budaya.
Baca juga: Reviewer LPDP Kupas Syarat Lolos Beasiswa ke Luar Negeri
Baca juga: Reviewer LPDP Bekali Ratusan Mahasiswa Raih Beasiswa Luar Negeri
Pelestarian lingkungan lereng utara Gunung Lawu
Zulfa menjelaskan pula bahwa penyelenggaraan 2x webinar memanfaatkan Google Meet. Desa menfasilitasi penyediaan satu lokasi dengan 1 device yang dapat ditampilkan dan didengarkan bersama. Selanjutnya sebagian besar hasil-hasil kegiatan KKN dicetak di Yogyakarta dan dikirimkan via pos ke desa.
Perangkat desa kemudian mendistribusikannya kepada masyarakat sesuai dengan sasaran setiap program. Seperti anak-anak, anggota posyandu, karang taruna, kepala dukuh, orang tua dan lansia, siswa SMP dan SMA, ibu rumah tangga, dll. Dengan demikian, walaupun pandemi Covid-19 belum berakhir, namun masyarakat Desa Brubuh dan Desa Jaten masih memungkinkan meningkatkan kapasitas diri. Melanjutkan pembangunan desa dan senantiasa melestarikan lingkungannya di lereng utara Gunung Lawu.
Program yang telah dilaksanakan serta hasilnya, kesemuanya dalam rangka mempercepat pembangunan desa demi masyarakat sejahtera. Namun flora-fauna, lanskap dan sumber air di Gunung Lawu masih tetap lestari.
Sementara itu, Direktur DPKM Prof Ir Irfan Dwidya Prijambada MEng PhD berterima kasih atas bantuan pemerintah daerah mendidik mahasiswa UGM di lokasi KKN. “Terima kasih kepada Bapak/Ibu di wilayah yang telah mendidik mahasiswa kami agar dapat belajar di daerah. Serta menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” jelas Irfan saat memberikan sambutan dalam Workshop KKN-PPM UGM secara daring bersama Pemerintah Daerah se-DIY, Senin (1/9/2020).












