SLEMAN, LINES.id – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalasan menyelenggarakan pengajian secara online melalui aplikasi zoom, Rabu (12/8/2020). Diikuti sebanyak 154 ID zoom dengan jumlah peserta sekitar 500 warga LDII.
Sebagian peserta mengikuti dari rumah masing-masing dan sebagian lainnya berada di masjid atau majelis taklim. Baik di masjid maupun majelis taklim, protokol kesehatan senantiasa dilakukan. Seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau memakai hand sanitizer, menjaga jarak minimal 1 meter, memakai masker dan/atau faceshield. Serta membatasi peserta pengajian yang bukan anak-anak dan manula.
Pengajian online PC LDII Kalasan diisi oleh Wakil Sekretaris Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (KPEU MUI) Pusat Dr H Ardito Bhinadi SE MSi.
Baca juga: Ribuan Warga Ikuti Pengajian Akbar Online LDII, Kiat Hadapi Cobaan Covid-19
Baca juga: Liga Futsal Polres Vol 2, Tim LDII Luwu Menang dengan Skor 6-2
“Cobaan pandemi Covid-19 jangan sampai menjadikan umat Islam saling curiga dan menyebabkan tidak bisa rukun dan kompak. Warga LDII harus menyakini bahwa Allah yang memberikan rezeki dan penyakit,” ungkap H Ardito.
Penulis buku Ma’rufnomics (2019) dan Muamalah Syar’iyyah Hidup Barokah (2018) mencontohkan seorang panglima perang pada zaman Nabi Muhammad SAW Kholid bin Walid. Waktu itu mengalami kematian justru bukan di medan perang. Sebaliknya, agar tidak meninggal dunia, rumahnya dibuat kokoh dan berlapis-lapis, namun itu pun belum menjamin kehidupannya.
“Cobaan ini jangan membuat kita saling curiga, tidak rukun kompak. Jangan-jangan saya sakit ini gara-gara si fulan. Itu bukan begitu, karena sakit itu Allah yang memberikan. Tidak ada yang mencelakakan, membuat sakit, membuat musibah seorangpun kecuali atas ijinnya Allah. Kita tidak boleh ketakutan yang berlebihan. Di sisi lain, kita juga tidak boleh meremehkan,” terang H Ardito.
Baca juga: LDII Gondokusuman Kurban Sapi Terbesar dengan Berat Lebih dari 1 ton
Baca juga: Musda I MUI Mamuju Tengah, Fokus Kedepankan Pembinaan Umat
Berprasangka baik kepada Allah SWT
H Ardito juga mengajak warga LDII untuk bersyukur dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT atas cobaan pandemi Covid-19. Pengajar Ekonomi dan Keuangan Syariah pada Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi UPN “Veteran” Yogyakarta ini juga menasihati agar bersabar, bertawakal, dan berprasangka baik kepada Allah SWT.
“Saat ini kita sedang dicoba pandemi Covid-19. Mari banyak mendekatkan diri, tawakal, sabar, dan berprasangka baik kepada Allah. Allah telah berjanji di dalam Al Qur’an bahwa sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka supaya sabar, ikhlas karena Allah, (setelahnya) pasti mendapatkan kemudahan,” papar H Ardito yang juga pakar ekonomi syariah.
Ardito menambahkan, cobaan ini menguji pula kesungguhan dan ketakwaaan orang iman. Terhadap yang sakit, kita harus yakin dan berprasangka baik, Allah akan memberikan kesembuhan.
Baca juga: LDII Sulsel Dampingi MUI Salurkan Bantuan Korban Banjir Luwu Utara
Baca juga: Rentan Terhadap Wabah Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan Pondok Pesantren
“Yang sakit itu bukanlah aib, itu wujud cintanya Allah. Bagi yang dicoba meninggal dunia, keluarganya agar bersabar karena Allah mencintainya. Yang meninggal disaksikan sebagai syuhada. Seharusnya orang iman iri karena dia mati syahid sebagai syuhada, mendapatkan pahala besar,” jelasnya.












