oleh

LDII Sulsel Dampingi MUI Salurkan Bantuan Korban Banjir Luwu Utara

MAKASSAR, LINES.id – Kerjasama dan hubungan baik antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Selatan tak diragukan lagi. Dalam berbagai kegiatan, sebagai contoh menangani wabah virus corona (Covid-19) LDII Sulawesi Selatan pun turut dilibatkan.

Terbaru, MUI Sulsel meminta LDII Sulsel untuk mendampingi MUI Pusat yang akan mengunjungi lokasi dan korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Minggu (26/7/2020).

“LDII diminta untuk mendampingi kami siap saja, karena MUI Sulsel dan LDII Sulsel selama ini senantiasa membangun kerjasama yang baik,” ungkap H Ishak Andi Ballado SE selaku Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Sulawesi Selatan.

Pengurus LDII Sulsel yang turut mendampingi antara lain Wakil Ketua Drs H Renreng Tjolli MA yang juga Sekretaris MUI Sulsel, Wakil Sekretaris Mujahidin ST, Hatta Tohuri, dan Daud. Saat pendampingan di lokasi, LDII Sulsel juga turut menghadirkan pengurus DPD LDII Luwu Utara. “Karena LDII Luwu Utara yang lebih tau medan, lokasi, dan akses jalan,” kata Ishak.

Penyerahan Bantuan Oleh Tim Relawan MUI Pusat ke Posko Induk Bantuan Kemanusian MUI Kabupaten Luwu Utara.

MUI Luwu Utara, Kemenag dan Baznas juga turut hadir di lokasi namun fokus pada penyaluran bantuan. Sehingga pendampingan MUI Pusat didampingi oleh MUI Sulsel, LDII Sulsel dan LDII Luwu Utara.

“Kami dari LDII dan MUI Sulsel mendampingi MUI Pusat merasa senang. Terlebih bisa membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah sampai pada lokasi yang terpencil dan terparah,” papar Ishak.

Ishak menambahkan, kami juga memberikan pencerahan, mengarahkan untuk bisa senantiasa berdzikir kepada Allah. Agar bencana ini segera bisa selesai dan korban yang tertimpa bisa menyadari bahwa ini kehendak Allah.

Kondisi terkini Luwu Utara

Berdasarkan informasi Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, korban meninggal sebanyak 38 orang, 9 orang belum ditemukan dan 4 orang belum teridentifikasi. Korban terdampak 15.000 jiwa, 1.000 rumah rusak, dan 7 pesantren rusak.

Terdapat satu pesantren yang hilang karena tertimbun material pasir dan tanah, satu pesantren terlihat atapnya saja, dan lainnya rusak parah. Tidak hanya itu, sekolah Madrasah Aliyah dan beberapa masjid termasuk Masjid Agung Syuhada Masamba juga terdampak.

“Untuk bahan pokok makanan insya allah teratasi, untuk bantuan rumah yang berada di bantaran sungai semuanya akan direalokasi. Akan dibuatkan tempat yang nyaman oleh Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Pemerintah Pusat. Bahkan beberapa Menteri juga sudah mengunjungi, dan gubernur sudah beberapa kali datang,” papar Ishak.

Selebihnya, semua infrastuktur dan kebutuhan warga akan dibahas oleh Pemda, Pemprov, dan Pempus untuk perbaikannya, termasuk irigasi dan reboisasi. Kondisi saat ini yang dibutuhkan adalah recovery agar masyarakat bisa kembali beraktivitas. Akses jalan juga diharapkan segera normal, karena Luwu Utara merupakan akses yang menghubungkan Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Lokasi Terparah Dampak Banjir Bandang di Masamba, Kab. Luwu Utara.

Jalan yang terputus kini sudah bisa dilewati meskipun keadaannya masih rusak. Selain akses transportasi, juga dilakukan pembersihan tempat-tempat ibadah. “Masjid Agung Syuhada Masamba, bekas lumpurnya satu meter dari lantai masjid. Ada lagi satu masjid sampai sekarang belum bisa dipakai karena berbatasan dengan sungai, dan material di dalam masjid masih sangat banyak,” ujar Ishak.

Rumah warga LDII tak terdampak

“Di Kampung Malangke dengan wilayah dataran rendah dan lebih dekat pantai, ada 50 keluarga tersapu banjir bandang. Alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban jiwa tetapi kondisi rumah hancur. Nah ini menjadi perhatian kami supaya bantuan dari LDII bisa sampai kepada mereka,” terang Ishak.

Dari beberapa rumah yang terkena banjir bandang, terdapat satu rumah yang sempat viral di media sosial karena tidak terdampak sama sekali.

“Ada rumah warga yang tinggal berjarak 2 meter dari lokasi terparah. Lumpur, air dan segala macam sama sekali tidak menyentuh rumahnya, padahal tetangganya kena semua. Bahkan bunga-bunganya, taman-tamannya itu tidak ada yang kena sedikitpun. Orang-orang pun merasa heran dan menjadi viral di medsos,” cerita Ishak yang saat itu melihat langsung rumah tersebut.

Lanjut Ishak, apabila menuju lokasi terparah pasti melewati rumahnya. “Pemilik rumah tersebut namanya Pak Ilham, salah satu warga LDII yang kebetulan dia diberikan tugas sebagai keamanan disitu,” katanya.

Sebelumnya, LDII Sulsel sudah dua tahap dalam memberikan bantuan. “Tahap pertama 3 hari setelah kejadian, kemudian beberapa hari setelahnya kita berangkatkan lagi tahap kedua. Bantuan ini diperuntukan untuk warga masyarakat dan warga LDII yang terkena bencana,” pungkas Ishak.

Komentar

News Feed