SLEMAN, LINES.id – Program Studi Doktor Ilmu Kehutanan (PSDIK) Fakultas Kehutanan UGM menyelenggarakan ujian tertutup secara daring untuk pertama kalinya, Rabu (1/7/2020). Disertasi berjudul ”Potensi Tumbuhan Bawah Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Merapi sebagai Penangkal Radikal Bebas 2,2-DifenilI-Pikrilhidrazin (DPPH)”. Dipresentasikan oleh promovendus Ari Nurwijayanto SHut MSc dengan Nomor Induk Mahasiswa 15/390528/SKT/0015.
Turut hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Ir Bambang Hendroyono MM IPU. Dekan Dr Budiadi SHut MSc, dan Kaprodi PSDIK Prof Dr Ir Suryo Hardiwinoto MAgr. Penguji terdiri dari ahli farmasi dan kehutanan antara lain Prof Dr Ir Suryo Hardiwinoto MAgr Sc, Dr Ir Dwi Tyaningsih Adriyanti MP. Rini Pujiarti SHut MAgr PhD, dan Ines Septi Arsiningtyas SFarm MSc PhD Apt.
Dalam melaksanakan penelitiannya, ia dibimbing oleh promotor dan co-promotor Prof Dr Ir Mohammad Na’iem MAgr Sc, Prof Dr Subagus Wahyuono MSc Apt dan Atus Syahbudin SHut MAgr PhD.
Baca juga: Dimulai 29 Juni, Mahasiswa KKN-PPM UGM Siap Kembangkan Jogorogo via Daring
Baca juga: Pahami Flora Pegunungan, Mahasiswa Dendrologi UGM-ITB-UNS Kuliah Online Bersama
Hasil penelitian
Selama ±4,5 tahun, ia menginventarisasi 160 jenis tumbuhan bawah di dalam zona pemanfaatan dan zona religi Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Serta menguji kandungan antioksidannya. Melalui wawancara dengan 29 responden, ia juga mengumpulkan data etnofarmakologi sebagai data pendukung bahwa tumbuhan tersebut telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar TNGM.
“Terdapat 75 jenis tumbuhan bawah yang memiliki antioksidan dengan daya tangkal radikal bebas (DPPH) tertinggi adalah harendong bulu (Clidemia hirta) dan senggani (Melastoma candidum),” ungkapnya.
Selain buku Katalog Antioksidan Tumbuhan Bawah Gunung Merapi, ia juga menghasilkan 6 produk kapsul, jelly dan gel dari tumbuhan bawah Clidemia hirta.
Baca juga: Dosen UGM Melalui Jogja Peduli Bagikan 7 Ribu Handsanitizer Secara Gratis
Baca juga: Meski Digelar Virtual, Haru dan Bahagia Selimuti 560 Wisudawan/ti UMI Periode Pertama

“Kapsul ekstrak dan kapsul minyak Clidemia hirta ini sudah diproduksi dan dipasarkan. Hampir 1000 kapsul dan telah diterima pasar guna daya tangkal Covid-19. Selain itu, ada produk antioksidan yang menyasar segmen anak-anak berupa boba jelly karena biasanya anak-anak tidak menyukai kapsul. Bagi segmen kecantikan tersedia serum wajah C. hirta untuk menghilangkan kerutan dan flek, serta gel rambut bagi anak muda agar rambut tumbuh rapi, subur dan keren,” paparnya.
Dari penelitian tersebut ternyata Gunung Merapi menyimpan keanekaragaman hayati (kehati) yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hasil penelitian di taman nasional ini diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin menyadari akan kegunaan tumbuhan di sekitarnya.
Juga diharapkan mampu memproduksi secara mandiri. Dengan demikian, produktivitas ekonomi masyarakat dapat semakin meningkat. Bagi TNGM, produk-produk antioksidan tersebut menjadi oleh-oleh khas dari Gunung Merapi.












