Penanganan DKI Jakarta dan sekitarnya harus kompak
Dan kalau berbicara Kota Depok, kata Mendagri, pasti tidak bisa dipisahkan dengan dinamika yang terjadi di Jakarta. Tentu, tak bisa juga saat bicara Depok dan Jakarta, melupakan wilayah Bogor. Karena Depok dengan Kabupaten Bogor ini pintu tikusnya banyak sekali, disamping mobilitas yang sangat tinggi antara Depok dengan Kabupaten Bogor.
“Maka kalau kita bicara Kabupaten Bogor tidak bisa melepaskan Kota Bogor, karena Kota Bogor dikelilingi oleh Kabupaten Bogor. Nah oleh karena itulah saya datang selain ke DKI Jakarta, juga ke Bekasi, Tangerang Raya, Banten, ke Depok, minggu lagi ke Bekasi Raya. Karena Bekasi Raya juga tidak bisa meninggalkan Karawang karena hampir menjadi satu dengan Kabupaten Bekasi. Kemudian Depok dan Kabupaten Bogor. Minggu ini saya pikir lebih tepat berkunjung ke Bogor dalam rangka untuk menyamakan langkah,” katanya.
Tito melanjutkan, Kota Jakarta seperti diketahui adalah wilayah yang berperan sangat penting dalam konteks nasional. Selain karena pusat politik, Jakarta juga adalah pusat ekonomi yang terhubung dan terkait dengan kota satelit. Dalam konteks Covid-19, Jakarta telah jadi epicentrum penyebaran Covid-19. “Jadi memang harus ada penanganan serempak antara Jakarta, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Depok, dan Bogor Raya,” ujarnya.
Baca juga: Pandemi Corona, Bagaimana Ketahanan Pangan di Indonesia?
Baca juga: Jadi Korban Bullying, Rizal Terima Hadiah dari Gubernur Sulsel
Tidak lupa, Tito juga menyapa Walikota Bima Arya yang sudah sembuh dari Covid-19. Mendagri merasa salut dengan perjuangan Bima Arya yang berhasil sembuh setelah sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Menurutnya, itu adalah anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri. Lalu, Mendagri pun bercerita. Katanya, waktu Bima Arya sedang menjalani isolasi diri, dirinya sempat mengirimi Walikota Bogor itu buku atau e-book tentang penanganan Covid-19 yang disusun tim penanganan Covid-19 Beijing China. Buku itu sendiri telah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia oleh Kemendagri.
“Saya ada kirim buku e-book tentang Covid-19 dalam bentuk yang sudah kita terjemahkan oleh Kemendagri ke Bahasa Indonesia, itu dari tim Wuhan Tim Beijing China, karena mereka yang menangani. Maksud saya sambil nganggur isolasi gitu jadi kita kalau membaca gitu lebih pede ditengah kita menderita virus ini, terpapar virus ini, kita lebih pede membaca itu, oh ini karakternya, kelemahan dan kekurangannya apa. Ini kira-kira saya tujuannya hanya satu memberikan motivasi kepada beliau,” ujarnya.












