Saatnya bermuhasabah diri
Host Dr Nurjannah Abna mengajak agar mengintrospeksi diri. Selama 3 minggu berjalan Ramadan tahun ini dengan stay at home, apakah sudah menjaga lidah lisan kita, sehingga bisa meraih kemenangan? Bulan Ramadhan selama ini ditunggu, tetapi jangan sampai menjadi merugi. Sebagaimana dalam salah satu riwayat, ternyata masih ada umat Islam yang bakhil, dan merugi karena tidak mau bershalawat ketika nama Nabi Muhammad disebut. “Tidak berbuat baik ke orang tua, dan jangan sampai bulan Ramadan pergi, tidak dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Ir H M Nusran PhD sempat berbagi pengalaman yang sudah 30 tahun mengabdi sebagai dosen di UMI. Dulu ia sering kajian dengan almarhum Prof Dr Abdurrahman A Basalamah di kampus 2 UMI. Ditambahkan, inilah pentingnya memanfaatkan waktu dengan orang tua di rumah. Kita tidak tahu, kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Namun terkait dengan muhasabah, inilah waktunya, dengan banyak mengambil hikmah.
Dulu banyak kajian dan ceramah di bulan Ramadan. Tetapi stay at home, justru banyak ibadah dan tadarrus Alquran selama masa pandemi Covid-19 ini. “Oleh karena itu, hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah Swt,” ajaknya. Itulah sebabnya perlu mengajarkan kebaikan, maka kita juga dapat pahala. “Termasuk profesi dosen sangat mulia,” jelasnya. Selain itu, peserta diajak untuk banyak membaca Alquran. “Karena pahalanya luar biasa di dalam bulan Ramadan, dibanding dengan di luar bulan Ramadan,” ajaknya.
Baca juga: Pesantren Ramadan Virtual UMI: Pentingnya Menjaga Kesehatan
Baca juga: Pesantren Ramadan Virtual UMI: Alquran Sebagai Hudan Linnaas
Dr H M Ishaq Shamad mengingatkan agar melakukan muhasabah terhadap diri masing-masing, melihat kembali kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan. Semua keburukan itu, diperhadapkan kepada Allah Swt, dan memohon kepada Allah agar semua kesalahan itu diampuni oleh Allah Swt. Sehingga keluar dari bulan Ramadan kembali kepada fitrah.
Apakah orang bertaqwa tidak pernah berdosa?
Seorang peserta, Syukur bertanya apakah orang yang bertaqwa tidak pernah berdosa dan apakah orang bertaqwa saja yang masuk surga? Narasumber Dr M Ishaq Shamad menjelaskan orang bertaqwa itu sangat dekat dengan Allah Swt. dan semua manusia pasti ada dosa dan kesalahannya, jangankan kita sebagai orang awam, Nabi saja berdosa.
Seperti Nabi Adam a.s melanggar di surga, tetapi dengan bertaubat, maka Allah mengampuni dosanya dan dibiarkan hidup dan berketurunan di dunia. Itulah sebabnya di akhirat kelak, setiap manusia akan dihisab dan ditayangkan semua kebaikan dan keburukannya. “Sehingga orang yang bertaubat dan diterima taubatnya, maka akan kembali kepada fitrah/suci,” jelasnya.












