Pesantren Ramadan Virtual UMI: Alquran Sebagai Hudan Linnaas

Pesantren Ramadan Virtual UMI
Peserta Pesantren Ramadan Virtual UMI, Minggu (10/5/2020)

Selain itu, dengan memahami fenomena alam, betapa kehadiran makhluk yang ada disekitar kita, misalnya melihat gunung, bukan hanya keindahannya, tetapi apa kandungan didalamnya. Maka lahirlah pabrik semen Tonasa dan semen Bosowa, atau pabrik Nikel di Papua. Untuk itu, perlu membaca Mushaf Alquran dengan membaca juga terjemahnya, supaya bisa dipahami makna dan kandungannya. “Bahkan pahala mengajarkan Alquran akan menjadi amal jariyah di akhirat kelak,” jelasnya.

Kiat Alquran sebagai obat galau

Host Dr Nurjannah Abna mempertanyakan bagaimana kiat-kiat menjadikan Alquran sebagai syifaa’u/pengobat, khususnya obat galau? Dr H M Arfah Shiddiq MA menjelaskan dalam Q.S Izrail, Alquran diturunkan sebagai obat dan rahmat. Ada pandangan ulama, misalnya sebagai obat batin, tetapi ada juga yang menggunankan ayat Alquran sebagai obat fisik. Misalnya, ayat tentang peristiwa pada Nabi Ibrahim ketika dibakar, Nabi Ibrahim a.s tidak terbakar. Makanya, ia sering membaca ayat Kuuniy Bardan wasalaman ala…, ketika ada yang mengalami kebakaran/terkena air panas.

Bahkan ada orang yang membaca Q.S Al-Faatihah untuk mengobati sakit perut. Selain itu, untuk obat galau dengan berzikir kepada Allah Swt, menjadikan hati tenang. Bahkan di bulan Ramadan tahun ini dengan kasus pandemi Corona, menjadikan kita lebih banyak berzikir dan membaca Alquran. Bahkan orang yang menikmati kebahagiaan adalah orang yang banyak bersyukur, dan melihat segala sesuatu dengan berfikiran positif. “Sebaliknya orang yang galau dan gagal berarti tidak banyak bersyukur,” jelasnya.

Baca juga: Pesantren Ramadan Virtual UMI: Iman, Kebersihan Sehari-hari dan Dakwah di Rumah Saja

Baca juga: Pesantren Ramadan Virtual UMI: Sikap Terhadap IPTEKS dan Menuju Taubat

 

Selanjutnya, Rahardi menanyakan, apakah ada perbedaan pahala membaca Alquran dengan menggunakan Mushaf Alquran dengan Alquran Android? Dr M Arfah Shiddiq menjawab, tidak ada perbedaan pahalanya, karena yang dinilai bukan medianya. Apalagi Islam merespon kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan Alquran di Android bisa digunakan dimana dan kapan saja. “Bahkan di Mekah dan Madinah, banyak kaligrafi didinding masjid, jika dibaca tentu sama pahalanya dengan membacanya di Mushaf Alquran,” jelasnya.

Pada closing statement Narasumber menjelaskan pentingnya memahami kandungan Alquran, karena banyak orang yang mendapatkan hidayah dan masuk Islam, karena membaca dan memahami kandungan Alquran. “Semoga kita mendapatkan rahmat dan berkah dari membaca, mempelajari dan mengamalkan Alquran,” kuncinya.