SLEMAN, LINES.id – Siapa yang tidak senang dan bangga bisa kuliah di kampus ternama seperti UGM. Akan tetapi tidak sedikit siswa yang gagal meraih impiannya akibat persaingan yang sangat ketat. Para siswa seringkali minim informasi tentang ratusan program studi di UGM dan strategi memilih yang tepat. Untuk itulah, kunjungan siswa SMA/SMK ke UGM merupakan salah satu cara jitu untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya, sembari memantabkan pilihan.
Hal inilah yang ditempuh oleh SMA Genrus Nusantara Boarding School (GNBS) Kendal, Jawa Tengah. Dua guru, Okfian Setiaji, S.Pd. (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan) dan Dita Nur Intani, bersama 17 siswa kelas XII mengelilingi hampir seluruh fakultas di UGM pada Selasa pagi hingga sore hari (17/12). Rombongan diterima oleh Sekretaris Program Studi Kehutanan UGM, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. di Ruang Multi Media Fakultas Kehutanan.
Dalam sambutannya, Okfian Setiaji, menyampaikan bahwa kunjungan ini dalam rangka mengenalkan dan mendekatkan siswa dengan kampus UGM. Harapannya siswa lebih termotivasi dan menyiapkan diri demi pendidikan sarjana di UGM.
Sebelum meninjau berbagai fasilitas pendidikan di UGM, Atus Syahbudin memberikan motivasi agar siswa SMA Genrus Nusantara Boarding School (GNBS) berani bercita-cita besar tembus UGM, senantiasa bersemangat dan menyertakan doa dalam setiap usahanya.

Pengarahan oleh Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D.
“Belajarlah sungguh-sungguh sebagaimana Ayah/Ibumu bekerja. Kerjakan yang terbaik pada hari ini serta esok usahakan lebih baik lagi, dan sertakan dalam setiap ikhtiar doa mustajab Ayah/Ibumu,” papar Atus.
Sejumlah program studi pun akan banyak yang bisa dipilih. Atus memaparkan juga bahwa memilih program studi seharusnya disesuaikan dengan bakat dan minat, serta kemampuan ekonomi orang tua. “Apabila pas dengan bakat dan minatnya, itu seperti hobi. Ringan menjalaninya di UGM,” tambah Atus.
Di sisi lain, siswa pun harus mempertimbangkan tingkat persaingan antar program studi. Biasanya siswa cerdas diuntungkan. Namun demikian, siswa pas-pasan bisa berhasil dengan strategi yang benar seperti mengurutkan program studi sesuai tingkat persaingannya. Yang penting masuk UGM bisa juga ditempuh dengan memilih program studi dengan tingkat persaingan yang tidak begitu ketat.
Bagi siswa tidak mampu, sebaiknya terus berusaha mencari peluang beasiswa sejak di SMA/SMK seperti beasiswa bidik misi. Dengan demikian peluang untuk mengenyam pendidikan di UGM tetaplah terbuka.
Alumni beasiswa Monbukagakusho (MEXT) S2 dan S3 Jepang ini menjelaskan pula beberapa strategi untuk memilih program studi. Yang paling penting agar calon mahasiswa berhasil kuliah di UGM adalah berakhlak baik. Ini merupakan modal besar agar kuliah dapat terus berlangsung hingga hari wisuda yang diidam-idamkan.
Selanjutnya, siswa harus tekun belajar untuk mewujudkan cita-citanya. “Gombal itu kalau hanya bercita-cita ingin masuk UGM, namun tidak melakukan apa-apa. Itu hanya bermimpi saja,” tekan Atus. Dengan tekun belajar, terutama berlatih mengerjakan contoh soal-soal ujian, maka siswa akan lebih mudah mengerjakannya.
Kunjungan SMA GNBS di UGM ini berakhir dengan kesan yang begitu mendalam. Semangat, motivasi dan pengetahuan siswa pun bertambah.
“Saya semakin yakin dan termotivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan tidak takut untuk bermimpi,” ujar Alfina Revananda, salah satu siswi SMA GNBS.












