Gelar Webinar, MUI Sulsel Ajak Bangkit dari Dampak Pandemi Covid-19 dengan Nilai Islam

MUI Sulsel
MUI menggelar webinar Covid-19 mengajak bangkit dari dampak pandemi dengan nilai Islam, Sabtu (30/10/2021)

MAKASSAR, LINES.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan MUI Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kementerian Kominfo kembali menggelar seri webinar penanggulangan Covid-19 dan dampaknya.

Webinar mengangkat tema ‘Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Nilai-nilai Islam dan Fatwa MUI’, Sabtu (30/10/2021) pagi.

Webinar tersebut dimoderatori Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat Dr Canra Krisnajaya MA dan Ketua Komisi Infokom MUI Sulsel Dr Firdaus Muhammad MAg dengan keynote speaker Ketua MUI KH M Cholil Nafis Lc MA PhD. Hadir sebagai pemateri Ketua Komisi Dakwah KH Ahmad Zubaidi MA, Ketua MUI Maluku Utara Dr KH Samlanhi Ahmad dan dari Kominfo.

Ketua MUI Sulsel Prof Dr KH Najamuddin HS Lc MA dalam sambutannya menjelaskan kegiatan webinar ini sebagai bagian upaya membangkitkan semangat penanganan Covid-19, di tengah kesibukan mempersiapkan pelantikan pengurus MUI Sulsel yang akan berlangsung besok, Minggu (31/10/2021).

Baca juga: Kekebalan Bersama di Sulsel Terancam Gagal, Kapolda Minta Bantuan MUI Imbau Masyarakat untuk Vaksin

“MUI mengimbau masyarakat tetap waspada dan menerapkan prokes. Serta mengajak seluruh dai untuk mendorong ikhtiar membangun kesadaran masyarakat sebagai tanggung jawab bersama mengantisipasi agar tidak terjadi lagi ledakan pandemi,” ujarnya.

KH Cholil sebagai keynote speaker menguraikan selama masa pandemi merupakan periode paling produktif MUI mengeluarkan fatwa.

“Ada 12 fatwa terkait Covid. Ini merupakan fatwa paling banyak untuk satu masalah. Karena masalahnya banyak sehingga banyak pertanyaan yang menyebabkan banyak fatwa harus diputuskan MUI. Mulai dari bagaimana cara ibadah, penanganan jenazah dan penguburan, hingga cara ibadah nakes,” urainya.

Namun masyarakat masih terbelah soal covid dan vaksin walau tak ada penolakan yang signifikan. “Padahal vaksin itu upaya mencegah suatu musibah. Dalam Islam menangkal lebih baik,” jelasnya.