Mempersungguh Belajar Ilmu Agama, Sebagaimana Orang Membeli Sapi

  • Bagikan
LDII Purwomartani
Ketua PAC LDII Desa Purwomartani Kalasan, H. Sunarto memberikan nasehat pada malam ke-28 di Masdanis.

SLEMAN, LINES.id – Orang membeli sapi, pasti akan mendapatkan tali pengikatnya, dan tidak bisa sebaliknya, orang yang membeli tali akan memperoleh sapinya. Seperti itu lah gambaran orang yang mempersungguh belajar ilmu agama akan mendatangkan pula pertolongan dari Allah.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Purwomartani Kalasan H Sunarto saat memberikan nasehat pada malam ke-28 di Masjid Dani Salamah Sambisari (Masdanis), Minggu (9/5/2021).

H Sunarto mengajak jamaah Masdanis, khususnya para generasi muda untuk memperbanyak mengaji Alquran dan Alhadits. “Mari mengaji Alquran dan Alhadits terlebih dahulu. Ilmunya didapatkan dengan semangat mumpung masih muda. Belajar di waktu kecil itu bagai mengukir di atas batu, sedangkan belajar saat tua nanti bagaikan mengukir di atas air,” papar H Sunarto.

Kesemangatan dalam beribadah dapat muncul salah satunya berkat umat Islam memahami sebesar apa pahalanya. Menurutnya, ini merupakan salah satu hasil dari mengaji. “Untuk itu, saat berangkat mengaji pun perlu dipersiapkan dengan sungguh-sungguh agar tidak terlambat dan segala sarana prasarananya terpenuhi seperti Alquran atau Alhadits beserta pena untuk memberikan makna dan keterangan ayatnya,” pesannya.

Baca juga: Pakar Ekonomi Syariah: Meski Pandemi, Umat Islam Wajib Tunaikan Zakat

Baca juga: Ketua LDII Tabanan: Tansikul Harakah Solusi Selesaikan Permasalahan Umat

 

Pegawai Universitas Negeri Yogyakarta ini pun mengingatkan bahwa kematian adalah rahasia Allah. Amalan seyogyanya diperbanyak, terlebih lagi di bulan Ramadan. Setiap jamaah dimintanya untuk bersungguh-sungguh mewujudkan 5 sukses Ramadan. Melaksanakan puasa Ramadan sebulan penuh dan salat tarawih pada setiap malam Ramadan, mengkhatamkan membaca Alquran, menggapai lailatul qadar, dan menunaikan zakat fitrah.

“Kita perlu mempersiapkan amalan kita. Saya sangat bersyukur dalam organisasi LDII karena ilmu dan amal ibadahnya diarahkan dan diurusi. Peramutan ini hingga sampai pada pengamalan setiap warga LDII. Semestinya merasa malu apabila ada generasi muda pada malam ke-28 ini masih belum mengkhatamkan membaca Alquran,” ungkap H Sunarto.

Nampak turut menyimak nasehat dalam kesempatan itu takmir Masdanis H Abdul Alim, Chusnan, dan H Edi Susanto. Kebahagiaan begitu terlihat mengingat program tadarus Alquran di Masdanis dapat berjalan lancar setiap malam, mulai bakda salat tarawih hingga sepertiga malam yang awal. Tadarus terpimpin ini dipandu oleh remaja seusia SMA atau mahasiswa secara bergiliran setiap 30 menit.

  • Bagikan