Ancaman Krisis Pangan di Tengah Pandemi Covid-19, LDII Inisiasi Jejaring Kolaborasi Pangan

Krisis pangan
Foto: Ilustrasi petani padi di Indonesia (sumber: cnnindonesia.com)

JAKARTA, LINES.id – Pandemi Covid-19 hingga saat ini memberikan dampak yang cukup memprihatinkan, khususnya dampak ekonomi global. Kemudian muncul pertanyaan, seberapa lama pandemi ini berlangsung? Banyak yang memberikan prediksi baik di dalam negeri maupun di luar negeri, namun kesimpulannya tidak jelas. Ada yang optimis, ada pula yang pesimis.

Negara besar pun mengambil sikapnya berbeda-beda. Sebagai contoh, Swedia tidak menerapkan total lockdown, akan tetapi setengah lockdown, seperti kegiatan sekolah masih berjalan normal. Jadi dengan kondisi seperti ini, apapun situasinya Indonesia harus tetap bertahan dan lebih baik di situasi pandemi.

Baca juga: Siapkan Strategi Hadapi Krisis Pangan, LDII Gelar Webinar Bertajuk Ketahanan Pangan

Baca juga: Pandemi Corona, Bagaimana Ketahanan Pangan di Indonesia?

 

Begitulah pemaparan awal narasumber dari Pendiri dan Badan Pembina Barunastra Foundation Ir H Kemal Taruc MSc. Dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bertajuk “Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Berbasis Komunitas di Masa Pandemi Covid-19”, Jumat (15/5/2020) malam.

Kemal melanjutkan, dampak ekonomi adanya pandemi Covid-19 ini, pemerintah sedang upaya untuk melandaikan. “Jadi ada beberapa skenario yang sifatnya masih spekulatif. Karena tidak ada dasar bukti ilmiah dan data yang akurat. Jangan salahkan Indonesia, kalau negara besar seperti Amerika, Jerman, Jepang pun tidak punya data yang akurat, kecuali negara kecil seperti singapura itu mampu karena dia hanya mengurus satu kota,” jelas Kemal yang juga anggota Dewan Pakar DPP LDII.

Yang terpenting dari skenario…