Ancaman Krisis Pangan di Tengah Pandemi Covid-19, LDII Inisiasi Jejaring Kolaborasi Pangan

Krisis pangan
Foto: Ilustrasi petani padi di Indonesia (sumber: cnnindonesia.com)

Kemal melanjutkan, yang terpenting dari skenario tersebut yakni kekhawatiran apabila intervensinya kurang atau sedang-sedang saja. Hal ini tidak cukup untuk menghadapi toleransi kehilangan kesejahteraan. “Diberlakukannya lockdown menyebabkan setiap orang tidak bisa bekerja, pengusaha tidak bisa berjualan, ekonomi terhenti, juga seberapa kuat kita bertahan dengan tidak ngapa-ngapain”, ucapnya.

“Kalau sudah tidak kuat, maka intervensi (dalam artian langkah pemerintah dengan segenap caranya tidak cukup) disini akan mengakibatkan timbul masalah sosial. Kekhawatiran ini juga menjadi perhatian pemerintah dan sedang dibahas,” lanjut Kemal yang juga sebagai penasihat kebijakan publik di beberapa lembaga dan instansi pemerintah.

Baca juga: LDII Konsisten Gelar Pengajian Saat Pandemi Covid-19, Begini Etika Pengajian Online di LDII

Baca juga: Manfaatkan Kemudahan Teknologi, Pelatihan Jurnalistik LDII Dilakukan Melalui Video Conference

 

Ancaman krisis pangan dan solusinya

Akibat dari lockdown full maupun setengah-setengah, saat ini pasokan pangan ada ancaman terhenti yang dimungkinkan terjadi krisis pangan. Jadi, dari supply ke tempat yang diperlukan maupun didistribusikan lagi terputus, lalu di produksi pangan juga terputus. Dosen di beberapa universitas di Indonesia ini mengatakan, saat ini Indonesia masih mengklaim pasokan pangan kita masih aman, karena masih punya stok. “Tetapi karena kita kecanduan beras dari luar, dan kebutuhan beras kita masih kurang maka kita harus impor,” katanya.

Akan tetapi karena di negaranya juga membutuhkan, sedangkan pasokan beras yang ada susah pendistribusiannya, hal ini mengakibatkan ongkos kirim mahal dan menyebabkan stabilitas harga terganggu. Kalaupun disubsidi, yang akan beli tidak punya penghasilan karena tidak bekerja. Jadi melihat masalah ini menjadi kompleks dan saling berkaitan.

Melihat masalah ini kami…