Sukardi Weda
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS UNM
MAKASSAR, LINES.id – Tidak terasa sudah sekitar tiga minggu, praktik kuliah daring dilaksanakan di semua perguruan tinggi di Indonesia. Kuliah daring ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang telah menjadi ancaman global dan telah merenggut ribuan nyawa di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kekhawatiran pemerintah terhadap penyebaran Covid-19, melahirkan kebijakan dan edaran Pemerintah untuk tinggal di rumah (Stay at Home). Melakukan pekerjaan dari rumah, Work from Home, serta melakukan karantina parsial. Bahkan beberapa daerah atau wilayah melakukan penutupan sementara sampai situasi kembali normal.
Bagi pekerja atau pegawai diminta untuk bekerja dari rumah, sementara mahasiswa tetap mengikuti kegiatan perkuliahan secara daring (online).
Dosen di perguruan tinggi (PT) telah memanfaatkan berbagai sarana kuliah daring, baik yang disiapkan oleh PT yang bersangkutan maupun melalui aplikasi online secara gratis.
Salah satu sarana yang dimanfaatkan oleh sejumlah dosen adalah Google Classroom. Di Universitas Negeri Makassar (UNM), dosen yang memanfaatkan proses perkuliahan secara daring menggunakan Google Classroom pada mata kuliah Pengantar Psikologi Pendidikan adalah Dr Ahmad Razak S Psi MSi dan Nur Akmal S Psi M A. Keduanya adalah dosen dari Fakultas Psikologi UNM.
Baca juga: Geser Anggaran 2 Miliar untuk COVID-19, Ombudsman Apresiasi DPRD Sulbar
Baca juga: Kronologi 300 Siswa Setukpa Sukabumi Berstatus ODP Corona
Mahasiswa Fakultas Psikologi UNM Kuliah Daring

Salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi UNM yang mengikuti kuliah dan hari ini mengikuti mid-test secara online dengan menggunakan Google Classroom adalah Andi Riola Pasenrigading.
Andi Riola Pasenrigading yang tercatat mahasiswa Psikologi UNM angkatan 2019 dan juga sebagai Ketua Tingkat Kelas B mengatakan bahwa kuliah daring lebih sulit daripada kuliah tatap muka.
Karena tugasnya lebih banyak dan mid-test-nya dilakukan dalam waktu yang singkat sehingga kadang-kadang mahasiswa terlambat untuk mengumpulkan tugas dan mid-test-nya.
Menurut Andi Riola Pasenrigading, sistem kuliah daring sangat bermanfaat untuk membuat mahasiswa kreatif dan mengelola waktu (manajemen waktu) dengan baik.
Semuanya juga aktif menyampaikan komentar, saran, dan pertanyaan dalam kuliah yang dilakukan secara daring. “Intinya interaksi antara mahasiswa dengan dosen dan antar mahasiswa berjalan dengan baik,” terangnya. [SW/Lines]












