Pencerahan Qalbu Angkatan II 2021, Rektor: Mahasiswa UMI Harus Tampil Unggul

  • Bagikan
Pencerahan Qalbu UMI
UMI kembali menggelar pencerahan qalbu gelombang kedua secara virtual, Selasa (5/10/2021)

MAKASSAR, LINES.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menggelar Pencerahan Qalbu gelombang kedua Tahun Akademik 2021/2022 yang berlangsung secara virtual, Selasa (5/10/2021).

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Nurul Iman lantai 10 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar ini, diikuti sebanyak 500 peserta yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Sastra (FS), serta beberapa mahasiswa dari fakultas lain angkatan 2020 dan 2021.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE MSi sekaligus didaulat menjadi pemateri pertama pada kegiatan yang bernilai enam Satuan Kredit Semester (SKS) tersebut.

Baca juga: Kecam Pembakaran Mimbar Masjid Raya, Rektor UMI: Harus Dalami Motif Pelaku

Dalam sambutannya, Guru Besar FEB UMI ini menyebutkan, pada 28 September 2021 UMI ditetapkan menjadi perguruan tinggi berakreditasi Unggul. Capaian ini harus diikuti dengan sikap dan karakter mahasiswa UMI.

“Jadi ananda sekalian harus berbeda dengan mahasiswa kampus lain. Ananda harus menjadi mahasiswa yang Unggul. Amanah Unggul ini tidak boleh hanya ditanggung oleh rektor dan dosen-dosen di UMI, tapi juga oleh mahasiswa dengan kualitas karakter yang unggul,” kata Prof Basri Modding.

Pencerahan Qalbu UMI

Sementara itu dalam materinya, Mantan Direktur Program Pascasarjana UMI dua periode ini membawakan tema ‘Membangun Karakter Kinerja dan Karakter Moral Mahasiswa UMI’.

Baca juga: FP UMI Gelar Kuliah Umum Sektor Pertanian bagi Generasi Milenial

“Semua elemen yang ada di UMI, seluruh keluarga besar sivitas wajib memiliki karakter moral dan karakter kinerja demi terwujudnya jargon UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah dan visi UMI berilmu amaliah, beramal Ilmiah, berakhlakul karimah dan berdaya saing,” beber alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

“Kita juga telah merancang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di abad 2021 yang dikutip dari Ulrich. Di antaranya, menjadi rekan strategis, menjadi seorang pakar, menjadi seorang pekerja ulung dan menjadi seorang agent of change,” tutup Prof Basri Modding.

  • Bagikan