Menko PMK: Kepala Daerah Silahkan Belajar Tangani Corona ke Risma

Risma
Wali kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: jatimpos.co)

 Risma mengakui data terkonfirmasi Covid-19 di Kota Surabaya itu memang tinggi. Namun menurutnya itu karena tes cepat atau rapid test dan tes usap atau swab massal secara gratis di berbagai titik.

“Jadi, kita memang mencari, Pak. Sebab kalau tidak kita cari, orang-orang yang terkena virus itu akan tambah bahaya,” katanya.

Ia juga bersyukur karena mendapat bantuan mobil laboratorium dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menggelar rangkaian tes itu.

“Bagi warga yang hasil tes cepat reaktif, lalu kami tes usap. Sembari menunggu hasil tes usapnya itu kami isolasi di hotel atau Asrama Haji bagi yang tidak menunjukkan gejala. Sedangkan bagi warga yang tes usapnya positif dan sudah menunjukkan gejala, langsung kami rawat di rumah sakit,” ujarnya.




Baca juga: Surabaya Masuk Zona Hitam, Begini Siasat Risma Hentikan Covid-19

Baca juga: Pemkot Surabaya Terima Bantuan 4 Ribu Alat Tes Swab dari Kementerian Kesehatan

 

Usai mendengar paparan itu, Muhadjir pun meminta salah satu staf Risma untuk menyusun lebih detail dan lebih akurat paparan atasannya itu agar semua orang bisa mempelajari upaya yang telah dilakukan di Surabaya itu.

Situs infocovid19.jatimprov.go.id sempat menetapkan Surabaya sebagai satu-satunya daerah zona hitam Covid-19 alias tingkat kasus di atas 2.049. Kini, warnanya sudah kembali merah tua.

Pewarnaan ini merupakan kategoriasi daerah berdasarkan tingkat risiko penularannya; hijau berarti tidak terdampak, kuning risiko rendah, jingga risiko sedang, dan merah risiko tinggi.

Kasus Covid-19 di…