MAKASSAR, LINES.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) akan kembali dibuka setelah lockdown selama kurang lebih tiga bulan pada Selasa (2/6/2020) mendatang. Namun hanya diperuntukkan khusus bagi pimpinan dan karyawan dengan tetap mengacu kepada protokoler kesehatan WHO.
Sedangkan dosen dan mahasiswa tetap melanjutkan study at home, pembelajaran daring dengan menggunakan berbagai instrument/aplikasi teknologi yang ada. Hal ini disampaikan Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE MSi di Menara UMI lt 9. Disela- sela acara Halal Bi Halal Civitas akademika UMI, Kamis (28/5/2020).
Semua aktivitas akademik administrasi dan pembayaran tetap berjalan secara daring. “Bagi mahasiswa UMI seluruh strata pendidikan yang akan melaksanakan seminar proposal dan seminar hasil serta ujian akhir dapat dilakukan secara daring dimanapun berada,” ujar alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.
Baca juga: Silaturahim Via Zoom, Alumni se-Indonesia Siap Konsolidasikan Kemajuan UMI
Lanjut dikatakan, pelayanan secara tatap muka (offline) di Kampus baru dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan normal.
Pimpinan dan karyawan kembali beraktivitas di dalam kampus dengan tetap mengacu kepada protokoler kesehatan. Setiap yang masuk kampus diwajibkan melakukan deteksi diri Resiko Covid-19 secara mandiri dan memeriksakan diri di pintu masuk kampus.
“Jika terdeteksi suhu badan diatas 37.5 derajat celcius, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan memasuki area kampus UMI dan diarahkan untuk pulang istirahat,” tegas Prof Basri.
Kami juga menghimbau kepada seluruh pimpinan unit untuk bertanggung jawab di masing-masing unitnya, untuk menyiapkan alat pencegahan. “Seperti handsanitezer sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujarnya.












