Leaving the bubble
Menyinggung tentang Virus corona, yang kurang lebih tiga bulan melululantahkan kehidupan manusia, tidak hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia. Work form home dengan segala konsekuensinya. Prof Nasaruddin, berharap UMI akan melahirkan suatu rekaya teknologi yang mampu menjawab kecenderungan orang mulai bosan tinggal di rumah. Kita harus memikirkan hijrah, menciptakan alternative work from home. UMI menciptakan terobosan menjadi leading, program ‘leaving the bubble’ hidup dalam balon.
Bukan kita bersembunyi dalam rumah, sebagian kita lumpuh karena tidak bisa melaksanakan aktivitas di luar. Di luar sumber pekerjaan, banyak hal yang tidak bisa dikerjakan di dalam rumah. “Karena itu UMI dapat merancang teknologi made new normal, leaving the new normal, menciptakan sutau rekaya, hidup di dalam balon,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal ini.
Karantina diri sendiri seolah-olah hidup dalam kapsul. Dalam Alquran hal tersebut disebutkan. Bagaimana Iblis mendekati manusia dai semua sisi, 4 penjuru mata angin, namun Iblis tidak mampu menggoda anak manusia yang hidup dalam suatu keadaan yang tidak tembus oleh Iblis baik dari depan, belakang, kanan dan kiri. Leaving the bubble, Alquran telah mengisyaratkan sains dan teknologi, kita tidak bisa sembunyi di rumah kita hidup dalam kapsul, dalam artian kita memproteksi diri dari virus anti virus, yang dapat membahayakan kita.
Baca juga: FK UMI Kukuhkan 73 Profesi Dokter dan 9 Pendidikan Dokter Secara Virtual
Baca juga: Silaturahim Via Zoom, Alumni se-Indonesia Siap Konsolidasikan Kemajuan UMI
Lanjut dikatakan Rasulullah SAW salah satu hadistnya menyatakan bahwa larilah kalian pada saat kalian menemukan penyakit, yuzam, (penyakir kusta, levra, spesies sangat ganas). Tapi hadist lainnya menyebutkan Rasulullah SAW ditemukan pernah makan dalam satu baki orang yang berpenyakit yuzam. Maknanya adalah Rasulullah telah memiliki anti virus, mampu memproteksi diri sehingga tidak takut berada dengan orang yang memiliki penyakit yuzam.
Ia berharap, di UMI akan lahir terobosan sains yang bisa mengatasi kondisi saat ini dengan tidak meninggalkan tardisional yang luhur. Melahirkan konsep leaving the bubble, tidak perlu di rumah tapi ada sistem proteksi vaksin pada dirinya.
Tausiyah KH Nasaruddin…












