Soal Penarikan Peralatan dari PT Trans Continent di KIA Ladong, Pemerintah Aceh Beberkan Kronologisnya

KIA Ladong
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek menjelaskan kronologi penarikan peralatan dari PT Trans Continent di KIA Ladong.
Teka teki CEO PT TC

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh itu bahkan mengibaratkan, apa yang dilakukan PT TC di KIA Ladong, seperti penyewa rumah yang langsung masuk tanpa ada perjanjian tertulis tapi pemilik sewa tetap melayani penyewa walaupun gratis.

“Tanah KIA Ladong bukan diperuntukkan pada satu pemakai, tetapi banyak tenant atau penyewa bisa memanfaatkan kawasan tersebut,” ujar Dadek tegas.

Dadek juga mengaku tidak dapat memahami maksud dan tujuan Ismail Rasyid selaku pimpinan PT TC. Beberapa waktu lalu, kata Dadek, saat ikut fit dan proper test Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) di penghujung proses Ismail Rasyid justru mundur.

Baca juga: Wagub Sumut Ingatkan Pemberian Bantuan harus Berbasis Data

Baca juga: Wagub Sumut Serahkan 911 Paket Sembako dan Uang Tunai

 

“Saya tidak paham mengapa Pak Ismail ikut tes Kepala BPKS, padahal dirinya adalah CEO perusahaan besar. Kemudian mundur tiba-tiba di penghujung proses. Sekarang, Pak Ismail menempatkan alatnya di KIA Ladong sebelum ada perjanjian hitam diatas putih dan tiba-tiba menarik kembali alat-alatnya. Apakah ada sesuatu di balik ini semua, saya juga tidak tahu,” ujar Dadek.

Dadek mengakui, sejak dua bulan lalu, dirinya sudah melihat ada gelagat tidak baik. Tepatnya sejak rapat pertama antara dirinya selaku Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan dengan Ismail Rasyid.

“Oleh karena itu, pada rapat tersebut saya tegaskan kepada Pak Ismail Rasyid. Terkait komitmen PT TC di KIA Ladong jika PT Pema berusaha memenuhi keinginannya. Saat itu Pak Ismail Rasyid tidak menjawab. Hanya mengatakan akan menandatangani perjanjian setelah PT Pema memenuhi komitmennya. Tapi anehnya, peralatan PT TC dibawa masuk ke KIA Ladong,” papar Ahmad Dadek.