Kiat-kiat konsumsi buka puasa agar tetap sehat
Host Dr Nurjannah Abna mempertanyakan bagaimana kiat-kiat agar dalam mengkonsumsi buka puasa, sehingga menjadikan orang yang berpuasa tetap sehat. M Ishaq Shamad yang juga Ketua UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah UMI menjelaskan disinilah pentingnya mengatur makanan/minuman yang dikonsumsi. Sebagaimana Rasulullah membagi isi perut 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 untuk udara/bernafas, sehingga ketika berbuka puasa, sebaiknya menggunakan ronde.
Ronde pertama saat azan maghrib, makan makanan ringan/minuman yang manis-manis. Ronde kedua, setelah salat maghrib makanan pokok, dan bisa ditambah ronde ketiga setelah selesai salat tarawih. “Dengan begitu lambung tidak bekerja keras setelah sekian jam istirahat,” jelasnya.
Seorang peserta, Rahmat mempertanyakan bagaimana menyikapi salat Idul Fitri di masa pandemik Covid-19, apakah boleh salat Idul fitri di rumah? Dr M Ishaq Shamad menjelaskan, dalam keadaan darurat kesehatan seperti sekarang ini, ulama membenarkan untuk salat Idul Fitri di rumah. Bisa dilaksanakan sendirian sebanyak 2 rakaat, dengan 7 kali takbir di rakaat pertama dan 5 kali takbir di rakaat kedua.
Baca juga: Pesantren Ramadhan Virtual UMI: Hikmah Nuzul Alquran
Baca juga: Pesantren Ramadan Virtual UMI: Iman, Kebersihan Sehari-hari dan Dakwah di Rumah Saja
Namun jika berjamaah (3 orang atau lebih), maka 1 orang laki-laki bisa bertindak sebagai khatib. Cukup simpel baca khutbah, asalkan terpenuhi 6 syarat sahnya. Yakni menyebutkan puji-pujian (hamdaalah), syahadat, shalawat, pesan taqwa, doa untuk kaum muslimin dan muslimat, dan tertib. “Walaupun hukum salat Idul Fitri adalah sunat, tetapi tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya untuk merayakan kemenangan melawan hawa nafsu,” tegasnya.












