oleh

Pesantren Ramadhan Virtual UMI: Hikmah Nuzul Alquran

MAKASSAR, LINES.id – Hikmah Nuzul Alquran dari pandangan sains dibahas pada Pesantren Ramadhan Virtual Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat (8/5/2020). Narasumber Dr Ir H Mukhtar Thahir Syarkawi MT, yang juga Dekan Fakultas Teknik UMI. Hadir Host Dr M Ishaq Shamad dan Dr Nurjannah Abna, beserta sejumlah siswa SLTA dan mahasiswa.

Dr Ir H Mukhtar Thahir Syarkawi MT melalui tayangan Video Virtual menjelaskan Alquran diturunkan pada Bulan Ramadhan, sebagai mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad SAW. Alquran dimulai dengan turunnya ayat pertama, yakni Iqra. Dijelaskan didalam Alquran Surah (QS) Al Qadr sebagai malam kemulian (lailatul qadr). Malam kemuliah itu lebh baik dari 1000 bulan atau sekitar 81 tahun. Ahli Tafsir M Quraish Shihab, menyatakan bahwa kandungan Alquran mempunyai tujuan, misalnya masalah aqidah (hakekat Tuhan, dan ada rukun iman). Alquran juga mengandung Syariah yang mengatur jual beli, perintah shalat dan lain-lain hablun minallah dan hablun minannaas. Selain itu, Alquran mengandung ajaran yang terpenting, yakni Akhlaq. Karena itu, Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlaq manusia, jelasnya.

Baca juga: Sepekan Dibuka, Registrasi Camaba UMI Capai Ribuan Akun

Baca juga: Laksanakan Physical Distancing, FKM UMI Inisiasi Konsultasi Online Seputar Kebidanan

Baca juga: Laksanakan Physical Distancing, FKM UMI Inisiasi Konsultasi Online Seputar Kebidanan

 

Mukhtar menjelaskan bahwa Alquran juga mengandung kebenaran yang nyata, sudah banyak ilmuan yang meneliti Alquran dan akhirnya mendapatkan hidayah dan masuk Islam. Ide dalam Alquran terus dikembangkan, dan Alquran tidak mengalami perubahan. Karena itu, generasi milenial perlu membaca dan mempelajari Alquran karena banyak ide-ide didalamnya yang dapat dikembangkan, ajaknya.

Hikmah Nuzul Alquran dari pandangan sains dibahas pada Pesantren Ramadhan Virtual Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat (8/5/2020). Narasumber Dr Ir H Mukhtar Thahir Syarkawi MT, yang juga Dekan Fakultas Teknik UMI. Hadir Host Dr M Ishaq Shamad dan Dr Nurjannah Abna, beserta sejumlah siswa SLTA dan mahasiswa.
Tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Al-Qur’an

Host Dr Nurjannah Abna menambahkan bahwa sebagai Mukjizat, dari segi Bahasa Alquran belum ada yang mampu menandingi kehebatannya. Bahkan Allah menantang kepada siapa saja yang merasa ahli bahasa untuk membuat satu ayat/surah semacam Alquran jika sanggup.

Hal ini dibenarkan oleh Host Dr M Ishaq Shamad yang menjelaskan bahwa ada seorang ahli Bahasa bernama Musailamah Al Kazzab yang mencoba-coba menyaingi isi QS Al Fiil, namun surah buatan Musailamah, memang bersyair mirip QS Al Fiil, tetapi makna dan kandungannya jauh sekali berbeda dengan isi kandungan QS Al Fiil. Surah Musailamah hanya menjelaskan tentang ciri seekor gajah, yang memiliki belalai panjang dan ekor yang panjang. Padahal QS Al Fiil menjelaskan peristiwa besar, ketika pasukan Abrahah yang mengendarai gajah menyerang Ka’bah, diobrak-abrik oleh burung Abaabil yang membawa batu panas. Pada saat itu pula lahir Nabi Muhammad SAW.

Proses Penciptaan Alam

Salah seorang peserta, Rifky mempertanyakan bagaimana kandungan Alquran tentang proses penciptaan alam dalam 6 masa?

Host M Ishaq Shamad menjelaskan banyak teori yang menjelaskan kejadian alam, misalnya teori Big Bang, bahwa alam berasal dari ledakan dahsyat, sampai tercipta planet-planet dan bumi. Demikian pula sejumlah filosof muslim, seperti Ibnu Sina menjelaskan proses penciptaan alam melalui teori emanasi, atau alam tercipta dari akal pertama sampai akal ke 10 (akal mustafad). Termasuk Imam Al Gazali yang menjelaskan bahwa alam diciptakan dari tidak ada menjadi ada.

Sementara Al Qur’an menjelaskan proses penciptaan alam pada 6 masa. Ini menunjukkan bahwa dalam penciptaan sesuatu memerlukan waktu/proses, bukan seperti pesulap hanya mengucapkan sim salabim, tetapi melalui proses, jelasnya.

Komentar

News Feed