Tuding Lamban Tangani Klaster Sampoerna, Hubungan Khofifah Vs Risma Memanas

Sampoerna
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) (sumber: tribunnews.com)
Pemerintah Surabaya membantah tudingan Khofifah

Sementara itu, Pemerintah Surabaya melalui Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser membantah tudingan Khofifah.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser dan Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita saat menggelar jumpa pers soal kasus Covid-19 di pabrik rokok PT HM Samporna Tbk di Balai Kota Surabaya, Sabtu (2/5/2020).

Fikser mengatakan, pemkot Surabaya tak pernah main-main dalam menangani pandemi ini, termasuk kasus di pabrik Sampoerna. Menurutnya, saat menerima laporan adanya dua karyawan meninggal, mereka sesegera mungkin bertindak dengan memanggil pihak perusahaan. Pemkot Surabaya lah yang mendorong perusahaan untuk segera melakukan rapid test secara masif.

Baca juga: Dua Pasien Positif Covid-19 di Aceh Dinyatakan Sembuh, Namun Satu Kasus Positif Baru Ditemukan

Baca juga: Satu Keluarga Positif Corona Termasuk Balita 18 Bulan

 

“Pemerintah kota tidak pernah terlambat, Ibu Gubenur (Jawa Timur) tidak benar. Awal mulanya pada tanggal 2 April yang bersangkutan itu sakit dan berobat ke klinik perusahaan,” kata Fikser, Sabtu (2/5/2020).

Pasien sakit itu lantas dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani swab tes di rumah sakit berbeda. Menurut Fikser, saat dua karyawannya meninggal dunia, pemerintah Surabaya juga terus melakukan pemantauan kasus di pabrik Sampoerna.

“Begitu kami ketahui, tanggal 16 April Dinkes memanggil perusahaan Sampoerna. Jadi, bukan perusahan yang melapor, tapi kami yang memanggil. Kami yang menemukan. Monggo (silahkan) bisa tanya ke Sampoerna,” katanya.

Febria juga tak setuju dengan…