Pemprov Jawa Timur akan Membantu Pemulangan Santri Pondok Asal Malaysia di Pesantren Al Fatah Temboro Kabupaten Magetan

RS Rujukan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (sumber: Kemendagri.co.id)

“Mereka akan diberangkatkan dari Temboro menggunakan 10 unit bus. Sebelum dipulangkan ke Malaysia mereka juga akan dilakukan rapid test ulang untuk mengetahui kondisi terakhir dari masing-masing orang dalam rombongan,” ucapnya.

Tentunya para santri tersebut akan diberangkatkan sesuai dengan SOP atau protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 termasuk menggunakan masker. Dengan prinsip menerapkan physical distancing, nantinya setiap bus yang seharunya bisa diisi 30-40 penumpang hanya akan diisi 15 – 20 orang saja. Mereka dijadwalkan terbang menuju Malaysia pukul 20.30 WIB.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu, Hasil Rapid Test 1 Orang Reaktif

Baca juga: Fenomena Penolakan Publik terhadap Tenaga Medis, Kami Juga Manusia

 

Ponpes Temboro menjadi klaster baru penularan covid-19 di Jatim

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ponpes Temboro menjadi klaster baru penularan covid-19 di Jatim. Ada sebanyak 43 santri asal Malaysia yang dinyatakan positif covid-19 usai nyantri di Al Fatah Temboro. Yang kemudian hal itu segera ditindaklanjuti oleh Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan melakukan screening rapid test pada seluruh santri di Ponpes Al Fatah Temboro.

Hasilnya, ada sebanyak 31 orang yang hasil rapid testnya reaktif dan segera ditindaklanjuti dengan tes swab dengan metode PCR. Yang akhirnya menunjukkan hasil ada sebanyak 14 orang yang dinyatakan positif covid-19.

“Yang positif di Temboro ada 14 orang. Yang 8 orang dari Malaysia. Lainnya ada dari Australia, Thailand, Vietnam, Kamboja juga dari Filipina. Karena memang di pondok tersebut ada santri dari 12 negara, dan terbanyak dari Malaysia,” ucap Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Kohar Hari Santoso.