oleh

Fenomena Penolakan Publik terhadap Tenaga Medis, Kami Juga Manusia

JAKARTA, LINES.id – Sempat ada fenomena penolakan tenaga medis di publik lantaran dianggap telah bersentuhan dengan pasien positif virus Corona baru (COVID-19). Para tenaga medis pun bersuara agar masyarakat tidak panik secara berlebihan.

“Terkait stigma yang melekat pada diri kami atau kita yang kadang mungkin terlihat ditolak di masyarakat karena mungkin akan membawa virus. Atau karena kita habis menyentuh pasien dan sebagainya, mohon dengan sangat kami juga manusia. Yang kami laksanakan ini dengan hati. Sehingga mohon terimalah kami juga dengan hati,” ujar Ketua Tim Satgas COVID-19 Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kapten Fitdy, dalam siaran langsung melalui kanal YouTube BNPB, Minggu (26/4/2002).

Dilansir detikcom, Fitdy meyakini seluruh tenaga medis merupakan pahlawan yang bukan hanya untuk dirinya, tapi juga bagi nusa dan bangsa Indonesia. Ia berharap para tenaga medis dan masyarakat bisa melindungi diri agar tidak terpapar virus Corona.

Baca juga: Simbol Hati untuk Tenaga Medis Indonesia

Baca juga: Ombudsman: Ringankan Beban Tenaga Medis dengan Patuhi Himbauan Pemerintah

 

“Anda semua akan menjadi seorang pahlawan bagi diri sendiri dan orang lain dan bagi seluruh masyarakat Indonesia, negara kita ini. Mohon dengan sangat lindungi diri sendiri dan lindungi orang lain sehingga pesan pencegahan akan terlaksana dengan baik,” katanya.

Fitdy yakin Indonesia akan kembali pulih dari wabah ini jika masyarakat tetap disiplin dan melakukan pencegahan. Untuk itu, Fitdy mengajak seluruh masyarakat Indonesia berkontribusi melawan wabah Corona dan memberikan semangat kepada para medis yang bertugas.

“Mari kita memenangkan perang melawan COVID-19 ini dan kita harus menang. Saya mohon, warga negara Indonesia yang ada di seluruh Indonesia, tenaga kesehatan yang saat ini semangat untuk motivasi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan, ayo kita pasti bisa. Indonesia bisa, Indonesia tangguh, semangat untuk kita semua,” imbuhnya.

Komentar

News Feed