Rupiah Berhasil Pukul Mundur Dolar Amerika Serikat

Rupiah
Foto: Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar (sumber: market.bisnis.com)

Pergerakan rupiah memang sangat rentan oleh keluar masuknya aliran modal (hot money) sebagai sumber devisa. Sebabnya, pos pendapatan devisa lain yakni transaksi berjalan (current account), belum bisa diandalkan. Sejak tahun 2011 transaksi berjalan RI sudah mengalami defisit (current account deficit/CAD). Praktis pasokan valas hanya dari hot money, yang mudah masuk-keluar. Ketika terjadi capital outflow yang besar maka tekanan bagi rupiah akan semakin kuat.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sepanjang bulan Maret terjadi capital outflow sebesar Rp 121,26 triliun di pasar obligasi, total kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) menjadi Rp 926,91 triliun per 31 Maret. Dampaknya rupiah pun bergejolak.

Namun kemarin, saat bursa saham kembali ditinggalkan investor asing hingga net sell mencapai Rp 1 triliun lebih dan imbal hasil obligasi pemerintah pun mengalami penurunan nilai tukar rupiah masih tetap perkasa.

Kemungkinan ada campur tangan dari Bank Indonesia yang membuat rupiah kembali perkasa. BI sebelumnya selalu menegaskan ada di pasar guna menstabilkan rupiah melalui triple intervention, yakni intervensi di pasar spot, pasar Domestic Non-Delivarable Forward (DNDF), dan di pasar obligasi.