Rupiah Berhasil Pukul Mundur Dolar Amerika Serikat

Rupiah
Foto: Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar (sumber: market.bisnis.com)

Ketidakseimbangan antara supply dan demand di pasar minyak memang dipicu oleh pandemi. Karantina wilayah di berbagai negara membuat roda perekonomian melambat bahkan nyaris berhenti. Kebutuhan minyak pun anjlok.

Di sisi lain, pengurangan pasokan yang disepakati kartel minyak global yakni OPEC+ yang terdiri dari Arab, Rusia dan koleganya sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd) dinilai kurang bisa mengimbangi anjloknya permintaan minyak karena pandemi COVID-19. Inilah yang jadi pemicu harga minyak ambles jor-joran dan membuat heboh dunia.

Nilai tukar rupiah pun sempat tertekan akibat kabar ini. Namun seiring dengan membaiknya sentimen dan mulai merangkaknya kembali harga minyak terutama untuk kontrak WTI pengiriman Juni 2020, nilai tukar rupiah kembali menguat.

Nilai tukar terhadap dolar AS menguat 0,32%

Pada 23 April 2020, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,32% akibat membaiknya sentimen. Selain itu Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pemaparan perkembangan ekonomi terkini yang disiarkan melalui video konferensi juga mengatakan bahwa kepanikan global akibat pandemi sudah berlalu dan aliran dana masuk kembali.

“Kami pantau, data-data yang transaksi harian, dari non residence atas investasi portofolio SBN, saham dari 13-20 April lalu. Dari pemantauan kami terjadi inflow asing dari non residence terhadap SBN. Data kami menunjukkan, 13-20 April inflow Rp 4,37 triliun,” ujar Perry, secara virtual, di Jakarta, Rabu (22/04/2020).