JAKARTA, LINES.id – Polda Metro Jaya menyatakan sudah siap menerapkan skema keamanan khusus jika pemerintah memutuskan untuk menerapkan karantina wilayah atau lockdown di DKI Jakarta terkait pandemi corona. Skema sudah dibuat hanya tinggal diterapkan.
“Polisi sudah siap. Apa dan siapa berbuat apa. Masing-masing polres apa yang harus dia lakukan, di bawah kendali polda, ini lah yang akan kita lakukan dalam simulasi ini,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (30/3/2020).
Dilansir CNNIndonesia.com, Yusri menjelaskan bahwa rencana skema keamanan itu dibuat sebagai bukti bahwa Polda Metro Jaya selalu mengamati perkembangan situasi di tengah pandemi corona. Terutama mengenai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Karenanya, kata Yusri, simulasi pengamanan mulai dari kecil, sedang, hingga berat mesti dilakukan sebagai bagian dari upaya persiapan.
“Intinya polisi enggak mau underestimate ya. Polisi harus siap apa pun yang terjadi sampai yang terberat, berdasarkan kebijakan pemerintah,” kata Yusri.
Baca juga: Lebih Dari 500 Pengguna Android Mengunggah Aplikasi Pelacak Pasien Corona RI
Baca juga: Pemerintah Perpanjang ASN Bekerja di Rumah (WFH) Hingga 21 April
Pembatasan akses ke wilayah DKI Jakarta belum akan diterapkan
Beberapa hari yang lalu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menerbitkan surat telegram nomor STR/414/III/OPS.2./2020. Nana memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk membuat rencana pengamanan terkait penutupan jalan keluar-masuk Jakarta di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Setelah itu, beredar skema pengamanan di sejumlah ruas jalan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Itu akan diterapkan jika pemerintah memutuskan untuk menerapkan karantina wilayah di DKI Jakarta.
Dalam skema tersebut, ada pengalihan arus di sejumlah ruas. Tidak semua jalan menuju wilayah DKI Jakarta bisa diakses.
Berkenaan dengan hal itu, Yusri menegaskan pembatasan akses ke wilayah DKI Jakarta belum akan diterapkan. Semuanya masih menunggu kebijakan pemerintah. Skema tersebut pun sebatas dilakukan di ruang kerja.
“Simulasi di dalam ruangan saja, tidak ada di lapangan, dalam ruangan saja pakai mapping. Jadi perwakilan dari masing-masing Polres di dalam ruangan kita taruh peta, jadi bagaimana dan apa rencananya? Begitu saja, cuma latihan simulasi biasa,” tutur Yusri saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2020).
Source: CNNIndonesia.com












