JAKARTA, LINES.id – Pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah, telah mengeluarkan imbauan, dan seruan kepada masyarakat agar tidak mudik di tengah wabah Virus Corona (Covid-19).
Imbauan tersebut terus digaungkan pemerintah agar penyebaran Covid-19 tidak semakin besar.
Dilansir tribunnews.com, Menteri Agama Fachrul Razi turut meminta masyarakat untuk mempertimbangkan manfaat, dan kerugian apabila memutuskan untuk tetap mudik di tengah bahaya corona.
Dikutip dari unggahan akun instagram resmi @fachrulrazi__official, Sabtu (28/3/2020), Fachrul mengatakan dalam beragama juga diperlukan menggunakan akal sehat.
https://www.instagram.com/tv/B-RIBy2JA7U/?utm_source=ig_embed
“Setiap agama mengajarkan kita bukan hanya meningkatkan iman, dan takwa, tapi di dalamnya juga menggunakan akal sehat,” kata Fachrul.
Baca juga: Physical Distancing Tak Jalan, DKI Urutan Pertama Kasus Corona
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Corona, Pemkot Makassar Imbau Warga Tak Mudik Lebaran
Ia lanjut memberikan sebuah contoh apa yang akan terjadi jika seseorang memaksa mudik. Padahal dirinya berasal dari wilayah pusat penyebaran Covid-19.
Menag tegaskan jangan mudik
“Akal sehatnya begini, kita berada di sebuah kota, katakan lah Kota Jakarta yang sudah banyak terpapar oleh Covid-19,” jelas Fachrul.
Purnawirawan Jenderal TNI tersebut menjelaskan, meskipun seseorang merasa sehat, belum tentu dirinya tidak terjangkit Covid-19.
Masih besar kemungkinan orang tersebut menjadi carrier atau pembawa virus yang akan membahayakan orang-orang sekitarnya.
“Mungkin kita tidak kena, karena kita mempunyai kekebalan tubuh yang lebih baik, atau kondisi badan kita lagi sehat,” ujar Fachrul.
Baca juga: Gara-gara Corona, UNICEF Khawatir Orang Tua Abaikan Imunisasi
Baca juga: Berkaca di Italia, Virus Corona Mengubah Cara Manusia Menghormati Pemakaman
“Tapi kalau kita pulang ke kampung, maka benih-benih virus yang ada di kita, yang tidak membuat kita sakit itu, kita bawa ke kampung, di kampung akan menularkan teman-teman di sana, mungkin ibu kita, ayah kita, saudara kita, dan lain sebagainya.”
“Sehingga kalau kita mudik ke kampung, kita sama saja dengan membawa penyakit untuk ibu, bapak, dan saudara-saudara, tetangga di sana,” sambungnya.
Berdasarkan skenario terburuk bahaya corona, Fachrul meminta masyarakat betul-betul paham akan kerugian yang timbul, apabila memutuskan untuk mudik.
“Jadi kalau seandainya niat kita memberikan manfaat, yang ada justru memberikan mudarat, menyebabkan orang semua menjadi sakit,” ujar Fachrul.
“Oleh sebab itu saya kembangkan sebuah tagline, kalau sayang orangtua, sayang saudara di kampung, jangan mudik,” tandasnya.












