Buka FAS Sulbar, Anggota DPD RI Siap Dukung Program LDII

POLMAN, LINES.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menghelat Festival Anak Sholeh di aula Masjid Miftahul Huda, Sumberjo, Wonomulyo, Polewali Mandar, Minggu (22/12). Peserta terdiri dari 36 anak usia kelas 2 sekolah dasar yang berasal dari kabupaten Majene, Polewali Mandar, dan Mamuju.  Mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Profesional Religius, Faqih, Berakhlaqul Karimah, dan Mandiri”.

Anak-anak peserta Festival Anak Sholeh (FAS) yang dilaksanakan di aula Masjid Miftahul Huda, Minggu (22/12)

“Kegiatan ini merupakan pembinaan tahunan, dimana kegiatan ini merupakan implementasi dari program kerja (pokja) DPW LDII Sulbar,” kata Rianto selaku ketua DPW LDII Sulbar.  Turut hadir dalam pembukaan, Anggota DPD/MPR RI (Wakil ketua Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI) Ajbar Abdul Kadir, Camat Wonomulyo H. Umbar, S. Sos, Kapolsek Wonomulyo yang diwakili Brigpol Budiono, SH selaku Bhabinkamtibmas desa Sumberjo dan desa Campurjo, Danramil Harwanto, para imam masjid desa Sumberjo, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sekitar Masjid Miftahul Huda.

Ajbar Abdul Kadir anggota DPD RI saat memberikan sambutan kegiatan Festival Anak Sholeh (FAS) DPW LDII Sulbar

Dalam sambutannya, Ajbar merespon baik dan antusias dengan kegiatan FAS. “Kedepannya, program yang dilaksanakan DPW saya dukung dan siap membantu dari segi operasional,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rianto berharap antara DPW LDII Sulbar dan DPD RI dapat membuka sinergitas. “Sehingga kami bisa mengetahui kegiatan apa yang bisa sinkron dengan program DPD RI di daerah,” tambahnya.

Rianto berharap sumber daya manusia kedepannya dapat mandiri, karena kita ketahui bersama kebutuhan bangsa kedepan membutuhkan generasi yang mandiri dan siap menghadapi tuntutan zaman.

Pembinaan Generasi Muda

DPW LDII Sulbar melakukan pembinaan sebanyak 630 generasi muda yang terdiri dari usia praremaja hingga remaja yang tersebar di 6 kabupaten antara lain kabupaten pasangkayu, mamuju, majene, polewali mandar dan mamasa. Guna mewadahi generasi muda dalam mendalami agama, terdapat pondok pesantren Mifathul Huda yang sampai saat ini sudah melahirkan beberapa dai. “Untuk itu kami akan terus meningkatkan mutu dan metode belajar para dai,” papar Rianto.

Menghadapi akhir tahun, DPW LDII Sulbar mengarahkan kepada generasi muda LDII untuk mengadakan pengajian akhir tahun. Dengan harapan supaya anak-anak tidak terpengaruh dengan kegiatan yang tidak bermanfaat seperti naik motor ugal-ugalan dan minum-minuman keras.