Havis Minta Pemprov Cari Solusi Bantuan Alih Lahan Karet ke Kelapa Sawit

  • Bagikan
Kelapa Sawit Jambi
Anggota DPRD Jambi Kamaludin Havis

JAMBI, LINES.id – Kamaludin Havis, Anggota DPRD Provinsi Jambi meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan pertanian masyarakat sebagai komoditi unggulan.

Menurutnya, saat ini pemerintah belum bisa mengakomodir bantuan pertanian alih fungsi lahan dari perkebunan karet tua yang tidak produktif lagi untuk diremajakan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

“Maka dari itu saya minta kepada Pemerintah Provinsi Jambi untuk mencarikan solusinya,” ujarnya saat menyampaikan pandangan Fraksi, Rabu (24/11/2021).

Karena kata dia, saat ini pemerintah melalui dana APBN hanya bisa mengakomodir program replanting kelapa sawit dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

Padahal, menurut Politisi dari PPP itu, banyak masyarakat mengharapkan pemerintah bisa mengakomodir alih fungsi lahan yang semula adalah kebun karet bisa beralih menjadi kebun kelapa sawit.

“Masyarakat berkeinginan bagaimana kebun karet tua mereka yang siap diremajakan dapat bantuan menjadi perkebunan sawit,” jelas Dewan dari Dapil Batanghari – Muaro Jambi itu.

Baca juga: Pengurus Senkom Mitra Polri Kota Jambi Audiensi dengan Kapolresta Jambi

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan ke Jambi mendorong akselerasi percepatan replanting kebun sawit di Provinsi Jambi dengan melakukan gerakan percepatan peremajaan sawit rakyat (GP-PSR).

Namun akselerasi tersebut pemerintah belum mendorong program peralihan lahan dari komoditi karet menjadi komoditi pertanian kelapa sawit.

Mentan mengatakan dengan peremajaan kebun kelapa sawit diharapkan kualitas kelapa sawit di Indonesia, khususnya di Jambi dapat berkompetisi untuk memenuhi kebutuhan dunia internasional.

Untuk diketahui, di Provinsi Jambi memiliki dua komoditas unggulan pertanian, di antaranya komoditi karet dan kelapa sawit. Namun, sejak beberapa tahun terakhir harga komoditi sawit cukup menggiurkan.

Sedangkan, komoditi karet sejak beberapa tahun terakhir harganya mengalami penurunan yang signifikan sejak tahun 2014 silam. (Red/*)

  • Bagikan