LDII Ikuti Vaksinasi Massal Bersama MUI dan Ormas Islam di Mimika

  • Bagikan
Vaksinasi Massal
LDII Kabupaten Mimika mengikuti vaksinasi massal yang digelar MUI dan ormas Islam di Kabupaten Mimika, Sabtu (4/9/2021)

TIMIKA, LINES.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika mengikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama ormas Islam se-Kabupaten Mimika bertempat di Aula Gedung Serbaguna Masjid Agung Babussalam, Mimika, Papua. Dalam vaksinasi massal hadir ketua DPD LDII Kabupaten Mimika La Ode Muhammad Norris Ashara SS, Sabtu (4/9/2021).

Ketua MUI Mimika Ust. Amin Ar SAg mengatakan, vaksinasi massal yang digelar MUI dan ormas Islam di Mimika ini menindaklanjuti Pasal 5 Fatwa MUI nomor 14 tahun 2021. Bahwa umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19.

Serta menindaklanjuti Permekes RI Nomor 10 Tahun 2021 yang menerangkan setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 berdasarkan pendataan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 wajib mengikuti vaksinasi Covid-19 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Baca juga: Mengenang Didi Petet dalam Sejarah LDII Tabanan

Vaksinasi Massal
MUI dan ormas Islam di Kabupaten Mimika menggelar vaksinasi massal, Sabtu (4/9/2021)

“Atas dasar itulah, kami melakukan pertemuan antara MUI dan ormas Islam beberapa waktu lalu. Hasil pertemuan disepakati untuk dilakukan vaksinasi massal,” kata Ust. Amin.

Lanjut Ust. Amin, kegiatan ini juga satu-satunya ormas Islam yang menggelar vaksinasi massal seluruh Indonesia. Dengan tujuan melindungi umat Islam, khususnya di Mimika.

“Untuk vaksinasi massal ini kami kerja sama dengan Dinkes Mimika dengan vaksinator dari Puskesmas Mapurujaya, dan untuk pelaksananya ada 200 dosis yang disiapkan,” terangnya.

Vaksinasi Bentuk Ikhtiar

Ust. Amin juga menegaskan bahwa ini juga sebagai bentuk ikhtiar (upaya) yang sesungguhnya dan untuk melindungi diri kita dan orang lain (Hifdzunnafsi). Karena ada perbedaan antara orang yang sudah divaksin dengan belum divaksin. Dalam arti, orang yang sudah divaksin memiiki kekebalan yang lebih baik dibandingkan belum divaksin.

“Ini bukan hanya teori, tapi sudah terbukti nyata bahwa orang yang sudah divaksin kekebalan tubuhnya lebih kuat dibanding dengan yang belum,” ujarnya.

Baca juga: LDII Nabire Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Banjir Yaro

Ditambah lagi, kata Ust. Amin, tentunya semua menginginkan bahwa kehidupan ini kembali normal tanpa menggunakan masker, seperti yang sudah terjadi di beberapa negara tetangga lainnya.

“Sampai kapan kita pakai masker, kalau tidak membangun kesadaran mulai sekarang. Karenanya kami menjembatani agar umat Islam di Mimika tervaksin, agar kehidupan menjadi normal,” ungkapnya.

  • Bagikan