GKR Mangkubumi mengajak kepada masyarakat dengan keberagaman dan keistimewaan di Jogja untuk dijaga bersama-sama. “Ini semua menjadi tugas kita bersama baik LDII, FKUB, dan masyarakat hingga tingkat RT, kalau bukan kita siapa lagi?” tandasnya.
Berbicara keistimewaan DIY, salah satunya adalah bagaimana keberagaman di jogja ini terjaga dengan baik, sehingga jogja dikatakan kota yang toleransi, provinsi yang toleransi. Berbicara pendidikan, di Jogja terdapat banyak sekali institusi pendidikan dari paud hingga perguruan tinggi. Bahkan, banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke jogja. “Ini lah keberagaman yang ada di Jogja,” kata GKR Mangkubumi.
Bicara budaya, adalah bagaimana kita hidup saling tolong menolong, menghormati, menghargai, dan gotong royong, ini adalah ciri khas masyarakat di Jogja. “Berbicara agama, kita menghargai keberagaman agama dan mempelajarinya, tapi kita punya yang lebih prioritas adalah budaya kita sendiri dan bagaimana menjadikan jogja ini semakin nyaman,” ungkapnya.
GKR Mangkubumi menambahkan, perlu juga mengedukasi masyarakat untuk paham betul dengan keberagaman agama dan budaya di Jogja guna meminimalisir intoleransi. “Dalam momen yang baik ini, mari bersama kita cari solusinya agar permasalahan kecil di jogja baik tentang agama maupun budaya bisa segera terselesaikan,” tutupnya.
Selanjutnya, Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY Cahyo Widayat SH MSi memaparkan dalam materinya “Menjaga Keberagaman Budaya DIY”. “Sebagaimana yang disampaikan GKR Mangkubumi, keistimewaan DIY harus mampu membangun keharmonisan dan kohesivitas sosial yang berperikeadilan,” katanya.
Kondisi eksisting potensi budaya di DIY di masing-masing kabupaten/kota cukup banyak, sehingga keberagaman ini harus dibina, dijaga, sebagai modal dasar untuk membangun keharmonisan.
“Jangan sampai peninggalan budaya oleh leluhur ini menjadi media untuk saling beda pendapat. Oleh karena itu, pemerintah DIY menugaskan Dinas Kebudayaan untuk melaksanakan pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan,” ungkapnya.
Peran FKUB Menciptakan DIY Damai dan Bermartabat
Wakil Ketua FKUB DIY DR G Sri Nurhartanto mengatakan, dalam menciptakan DIY yang damai dan bermartabat, dibutuhkan peran FKUB. Sebuah realitas bahwa DIY mendapat julukan kota pelajar, daerah tujuan wisata, miniatur Indonesia, dan City of Tolerance. Semua komponen tersebut diharapkan mampu bersinergi, “Karena keberagaman yang merupakan kekayaan DIY bisa saja menjadi konflik yang dipicu oleh sentimen SARA,” ungkapnya.
Baca juga: Baru Menjabat, Kapolres Kediri Kota Sowan Ponpes Wali Barokah dan LDII
Adapun kegiatan FKUB DIY dalam moderasi beragama menuju DIY yang damai dan bermartabat dapat diwujudkan melalui dialog tentang Kerukunan Umat Beragama dengan pihak eksternal dan internal. Menyelenggarakan webinar tentang peran tokoh agama (pemuka agama) dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Penulisan buku peran tokoh agama dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan peluncuran buku dan bedah buku peran tokoh agama dalam menghadapi pandemi Covid-19,” pungkas mantan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
Keniscayaan Tiga Ukhuwah
Narasumber terakhir, Ketua DPP LDII Dr Ir H Teddy Suratmadji MSc membawakan materi dengan judul “Keniscayaan 3 Ukhuwah Dalam Rangka Harmonisasi Keberagaman Agama dan Budaya di DIY”. “Diharapkan melalui FGD ini memberikan gagasan solutif yang aplikatif,” harapnya.
Solusi aplikatif yang ditawarkan seperti komunikasi intens dan terjadwal. “Komunikasi bisa dalam bentuk musyawarah, silaturahmi, seminar, webinar, dan memanfaatkan momen seperti hari-hari besar nasional, dan hari besar keagamaan,” jelasnya.
H Teddy berpesan kepada peserta FGD-1 untuk melaksanakan 3 ukhuwah (islamiyah, insaniyah, wathoniyah) dan menghindari komunikasi tentang perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Selain itu, pihak pemerintah seyogyanya menjadi mediator komunikasi dimaksud. “Kondisi DIY yang plural dan multi-etnis, serta sebagai kota pendidikan dan kota tujuan wisata berpotensi mendatangkan hal-hal yang negatif dan memerlukan pesan serta ormas untuk mencegah dan menanggulanginya,” tutup H Teddy.












