Soal dan Jawaban TVRI Kelas 4-6 SD 21 Oktober 2020, Materi Pasar Tradisional

Pasar Tradisional
Soal dan jawaban TVRI Kelas 4-6 SD, Rabu (21/10/2020)

JAKARTA, LINES.id – Adik-adik masih semangat untuk belajar dari rumah hari ini Rabu 21 Oktober 2020? Kali ini belajar dari rumah memasuki pekan ke-28 di masa pandemi Covid-19.

Mendukung pembelajaran di rumah, kalian bisa menyaksikan tayangan belajar dari rumah di TVRI yang akan dibahas berikut ini. Materi yang dibahas untuk siswa SD Kelas 4 5 dan 6  adalah materi Pasar Tradisional yang tayang pukul 09.00 – 09.30 WIB.

Dilansir tribunnews.com, berikut adalah pembahasan soal dan jawabannya:

Soal dan Jawaban

Soal

1. Buatlah teks percakapan antara penjual dan pembeli di pasar tradisional!

2. Mengapa bahan pangan yang dijual di pasar tradisional lebih murah?

3. Mengapa ada pasar apung di Banjarmasin? Aktivitas apa saja yang terjadi di pasar apung tersebut?

Jawaban

1. Contoh teks percakapan antara penjual dan pembeli di pasar tradisional yaitu:

Pembeli : “Pagi, Mas. Ada jual semangka kuning gak disini ?”

Penjual : “Ada, Mbak. Semangka kuningnya baru dipanen ini.”

Pembeli : “Berapa harga perkilonya ?”

Penjual : “Harga 1 kilonya Rp 4.500,00 Mbak. 1 buah semangka ini beratnya sekitar 2,5 kilo.”

Pembeli : “Gak bisa kurang harganya, Mas ? Saya mau beli 5 buah Mas untuk acara pengajian.”

Penjual : “Hmmm, Mbak mau nawar berapa ?”

Pembeli : “1 kilonya Rp 3.000,00 Mas, gimana ?”

Penjual : “Wah, gak dapat kalau segitu Mbak. Naikin dikit deh jadi Rp 3.500,00 per kilonya. Gimana, Mbak ?”

Pembeli : “Hmmm, iya deh Mas. Timbang deh Mas kalau gitu.”

Penjual : “Semuanya jadi Rp 43.000,00 Mbak. Ini semangkanya, mbak.”

Pembeli : “Ini uangnya, Mas. Terima kasih iya mas.”

Penjual : “Sama-sama mbak.”




Baca juga: Soal dan Jawaban TVRI Kelas 1-3 SD 20 Oktober 2020, Materi Pengurangan dan Nilai Mata Uang

Baca juga: Soal dan Jawaban TVRI Kelas 4-6 SD 16 Oktober 2020, Materi Luas dan Keliling Lingkaran

 

2. Alasan bahan pangan yang dijual di pasar tradisional lebih murah di antaranya

– Bisa Ditawar

Di pasar tradisional masih berlaku budaya tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Selain kita akan mendapatkan harga barang sesuai keinginan dan uang kita, budaya tawar menawar juga akan menumbuhkan ikatan emosional yang erat antar sesama manusia. Sedangkan di pasar modern harga jual barang sudah ditentukan dan terkena pajak, untuk beberapa event harga jual barang di pasar modern mengalami potongan harga.

Tak hanya itu jika di pasar modern, kamu bebas menetukan barang yang kamu pilih tanpa harus bertanya terlebih dahulu. Tugas pramuniaga hanya menunjukkan barang yang kamu butuhkan jika kamu mengalami kesulitan.

– Lebih segar

Di pasar tradisional barang-barang seperti sayur mayur, daging, dan ikan lebih segar karena dipasok langsung pagi harinya dan biasanya tidak dalam jumlah banyak. Karena langsung berasal dari hasil produksi, maka harga yang di tawarkan cenderung lebih murah. Jika di pasar modern, harga yang di jual sudah pasti mengutamakan keuntungan.

Uuntuk supermarket produk sayur mayur, daging, dan ikan pun langsung dipasok dari petani bahkan ada yang memiliki perkebunan sendiri.

– Jam operasional yang lebih awal

Berbeda dengan jam buka pasar modern, pasar tradisional biasanya sudah mulai beroperasi di waktu dini hari bahkan ada yang buka hingga 24 jam. Hal tersebut tentunya memberi kemudahan bagi para pengusaha kuliner untuk membeli bahan baku produksinya.

– Tempat Sederhana

Rendahnya harga di pasar tradisional itu sendiri karena para pedagang tidak mengeluarkan modal terlalu besar. Mereka pun hanya membuka lapak sederhana untuk menjajakan dagangan dan membayar sewanya dengan harga murah.

3. Tujuan awal dari keberadaan Pasar Terapung adalah untuk memudahkan para pedagang dikarenakan wilayah Banjarmasin yang terdapat banyak sungai.

Dengan membuka lapak di sungai ini akan memudahkan para pedagang yang membawa barang dagangan berupa hasil bumi dari arah hulu untuk melakukan jual-beli. Pasar Terapung merupakan pasar yang tumbuh secara alami. Karena posisinya berada di muara sungai.

Dilansir dari banjarmasinpost.co.id di Banjarmasin ada dua Pasar Terapung yakni Pasar Terapung di Muara Kuin dan Pasar Terapung Siring Pierre Tendean di Sungai Martapura. Berdasarkan sejarahnya, Pasar Terapung merupakan pasar yang sudah ada sejak zaman berdirinya Kerajaan Banjar.

a. Pasar Terapung di Muara Kuin

Pasar Terapung juga tak lepas dari berkembangnya Kerajaan Banjar baik secara ekonomi maupun politik. Dimana, di pusat Kerajaan Banjar di kawasan Kuin. Pasar Terapung Muara Kuin merupakan pusaka saujana Kota Banjarmasin.

Aktifitas di pasar Terapung Muara Kuin, para pedagang dan pembeli menggunakan jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah salat Subuh sampai selepas pukul 07.00 Wita.

Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya. Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh.

Sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk.




Baca juga: Soal dan Jawaban TVRI Kelas 1-3 SD 13 Oktober 2020, Materi Membaca, Menulis, Mengurutkan Bilangan Ratusan

Baca juga: Soal dan Jawaban TVRI Kelas 4-6 SD 19 Oktober 2020, Materi Bangun Ruang Kubus

 

b. Pasar Terapung Siring Pierre Tendean di Sungai Martapura

Pasar Terapung buatan yakni Pasar Terapung Siring Pierre Tendean di Sungai Martapura. Pasar terapung buatan yang digagas oleh Pemerintah Kota Banjarmasin ini, relatif lebih mudah untuk dinikmati.

Selain berada tepat di tengah Kota Banjarmasin. Pasar Terapung satu ini tak perlu repot menggunakan perahu atau jukung untuk menjangkaunya. Cukup datang ke Siring Pierre Tendean.

Pasar ini berdiri sejak 2015 lalu. Bahkan, Pada 2017 lalu dibangun dermaga apung untuk pedagang bersandar dan mejajakan jualannya. Pasar terapung ini juga melakukan transaksi di dermaga apung. Sehingga mudah untuk dijangkau oleh wisatawan.

*Disclaimer: Kunci jawaban soal ini hanya digunakan oleh orangtua untuk memandu proses belajar anak dari rumah.

Jadwal Belajar dari Rumah

Selengkapnya berikut jadwal TVRI dan Materi Belajar di Rumah TVRI pekan ke-28 dilansir dari laman Kemdikbud.go.id Rabu 21 Oktober 2020 sebagai berikut:

08.00 – 08.30 WIB (PAUD) Aku dan Lingkunganku

08.30 – 09.00 WIB (SD Kelas 1-3) Sahabat Pelangi: Bermalam di Rumah Nisa

09.00 – 09.30 WIB (SD Kelas 4-6) Pasar Tradisional

09.30-10.00 WIB (SMP) Fenomena Alam Hujan Es

10.00 – 10:05 WIB (Let’s Learn English) Pelajaran 29: Dulu

10.05-10.30 WIB (SMA/SMK) Tradisi Asli Nusantara: Soto Banjar

10.30-11.00 WIB (Keluarga Indonesia) Disiplin Positif

21.30 – 23.30 WIB (Film) Nada-Nada Kecil (RR) Musik Dari Pesisir (RR)

Follow Berita Lines Indonesia di Google News.

Follow Channel WhastApp Lines Indonesia di WhastApp.