Dampak Sakti UU Cipta Kerja, Saham Konstruksi Mulai Diborong Asing

UU CIpta Kerja
Ilsutrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Foto: okezone.com)

Berikut inflow asing dan gerak saham-saham BUMN konstruksi dan anak usahanya semenjak pengesahan UU Cipta Kerja.

Emiten Net Foreign Inflow %Change
WSKT Rp 12,11 miliar 41%
WSBP – Rp 2,98 miliar 22,63%
ADHI – Rp 0,15 miliar 20%
WEGE – Rp 0,25 miliar 17,95%
WIKA Rp 3,49 miliar 15,81%
PTPP -Rp 20,59 miliar 15,53%

Meskipun sentimennya sudah oke, ternyata investor asing masih pilih-pilih dalam masuk ke sektor konstruksi. Terpantau beberapa emiten dibeli bersih asing dengan jumlah yang jumbo selama 7 hari perdagangan terakhir, sedangkan ada juga yang dilego asing dalam jumlah besar.

PT Waskita Karya Tbk

Adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang menjadi saham pilihan investor asing untuk diborong. Tercatat sejak pengesahan UU Sapu Jagat, asing sudah memborong saham WSKT sebanyak Rp 12,11 miliar.

Sedangkan saham BUMN Karya yang paling banyak dilego oleh investor asing adalah PT PP Persero Tbk (PTPP) dengan jual bersih sebesar Rp 20,59 miliar.




Baca juga: Johnson & Johnson Setop Uji Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan Indonesia?

Baca juga: BTS Dikecam Netizen di China, Ada Apa?

 

Meskipun manuver investor asing tidak kompak masuk ke BUMN Karya namun ada satu hal yang kompak di antara BUMN Karya dan anak usahanya yakni gerak sahamnya yang terapresiasi tinggi selama 7 hari perdagangan terakhir.

Kenaikan saham BUMN Karya sejak diketoknya palu pengesahan Omnibus Law dipimpin oleh WSKT yang berhasil terbang 41% ke level harga Rp 705/unit setelah menjadi target belanja asing.

Di posisi kedua muncul anak usaha WSKT yakni PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang berhasil terbang 22,63% ke level harga Rp 168/unit, emiten semen ini tentu saja juga diuntungkan apabila sektor konstruksi kembali bergeliat pasca diserang pandemi virus corona.

BUMN Karya lain seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) juga terpantau terbang tinggi masing-masing 15,81% dan 20%.