Konsepsi Pendidikan Karakter Menteri Nadiem Telah Terlaksana di UMI Selama 20 Tahun

Pendidikan karakter
Foto: Program Pencerahan Qalbu mahasiswa UMI

MAKASSAR, LINES.id – Usai dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim langsung mengkonsepsikan program besarnya. Nadiem, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan progam utamanya yaitu mendorong pengutamaan Pendidikan Karakter secara nasional.

Di tengah ketergantungan masyarakat yang sangat tinggi terhadap teknologi terutama digital dan dalam jaringan (Daring) sangat dibutuhkan sumberdaya manusia yang kompoten dan berkarakter. Program yang akan dimulai dengan Brain Map Character ini, menurut Nadiem, esensi dari Pendidikan Karakter adalah moralitas universal yang disebut Akhlak.

Konsepsi pendidikan ala Nadiem ini telah diaplikasikan oleh Universitas Muslim Indonesia (UMI) selama 20 tahun. Perguruan tinggi swasta pertama di luar pulau Jawa yang meraih akreditasi Insitusi ‘A’ ini, ternyata telah mengimplementasikan Program Pendidikan Karakter sejak 20 tahun lalu tepatnya Tahun 2000.

Baca juga: Pesantren Ramadan Virtual UMI: Sikap Terhadap IPTEKS dan Menuju Taubat

Baca juga: Jadi Penguji Doktor Secara Virtual, Rektor UMI Tetap Pakai Atribut Lengkap Sidang

 

UMI yang dikenal dengan lembaga pendidikan sekaligus lembaga dakwah menyelenggaran Pendidikan Karakter berbasis pesantren yang disebut dengan Pencerahan Qalbu. Pendidikan Karakter di UMI menjadi bagian dari perwujudan obsesi para pendiri UMI 66 tahun lalu.

Hadirnya perguruan tinggi terkemuka di Kawasan Timur Indonesia yang membentuk manusia Ulul Albab. Manusia Ulul Albab adalah pencapaian kualitas sumberdaya manusia intelektual (ahli pikir) sekaligus ahli ibadah dan zikir. Seluruh mahasiswa UMI, tanpa terkecuali wajib mengikuti Pendidikan Karakter dengan kegiatan spritual selama satu bulan penuh di Pondok Pesantran Mahasiswa UMI Darul Mukhlisin Pangkep.

Sebelumnya, UMI dalam menyambut mahasiswa baru melalui Program Pesantren Kilat. UMI menjadi pembeda dengan perguruan tinggi lain. Sebelum pemerintah menerbitkan larangan pelaksanaan OSPEK pada tahun 2000-an, UMI telah menjalankan Program Pesantren Kilat yang sarat dengan nilai Islamiah. Program Pesantren Kilat menjadi antitesis terhadap Pelaksanaan OSPEK yang sarat dengan kekerasan. Pesantren Kilat bertujuan meningkatan keimanaan dan ketaqwaan serta akhlakul karimah mahasiswa baru UMI.

Rektor UMI menargetkan…