MAKASSAR, LINES.id – Dalam rangka mengantisipasi dan mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) di lingkungan masjid. Masjid Nurul Huda, Jalan Mannuruki 9, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate yang merupakan salah satu masjid binaan LDII di Kota Makssar disemprot cairan disinfektan.

Gedung yang disemprot cairan tersebut adalah Aula Masjid Lantai 1 s/d Lantai 3, pintu, jendela, koridor – koridor masjid, tangga, tempat wudhu serta toilet. Penyemprotan dilakukan pada Sabtu (21/3/2020).
Sebanyak 2 petugas melakukan penyemprotan disetiap sudut. Mereka menggunakan pakaian khusus sebelum melakukannya. Penyemprotan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan setiap satu minggu sekali.
Penyemprotan disinfektan rencananya juga akan dilakukan di 30 masjid binaan LDII se kota Makassar dan Gowa. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini.
LDII cegah COVID-19
Penyemprotan disinfektan di masjid binaan LDII merupakan salah satu bentuk mendukung himbauan Pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19. LDII juga menghimbau supaya menjaga kebersihan masjid dan musala dari COVID-19.
“Warga LDII di manapun harus bergotong royong membersihkan masjid dan sarana ibadah lainnya. Melakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan di lingkungan sarana ibadah. Menggulung karpet serta membersihkan lantai masjid, musala, dan tempat kegiatan secara berkala,” ucap Abdullah Syam Ketua Umum DPP LDII.
Himbauan LDII dalam menjaga kebersihan masjid dan musala antara lain:
- Teratur menjaga kebersihan lantai masjid atau musala dengan cairan disinfektan;
- Menjaga kebersihan karpet dan alas salat lainnya dengan rutin atau konstan (penggunaan vacuum cleaner atau alat pembersih lainnya dianjurkan);
- Menjaga kebersihan tempat wudhu dan toilet dengan cairan disinfektan;
- Menghimbau para jamaah salat agar membawa sajadah atau sapu tangan sebagai alas sujud sendiri, dan meminta kepada jamaah yang sedang mengalami gejala sakit agar melaksanakan salat di rumah hingga sembuh;
- Ikut mengawasi penyebaran penularan virus corona dan melakukan upaya tanggap/ melaporkan jika ada warga masyarakat dicurigai terdampak virus corona, khususnya di sekitar masjid atau musala.












