JAKARTA, LINES.id – Generasi muda Indonesia adalah generasi penerus bangsa. Bangsa akan menjadi maju bila para pemudanya memiliki sikap nasionalisme yang tinggi. Nasionalisme sangat penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara karena merupakan wujud kecintaan dan kehormatan terhadap bangsa sendiri.
Contoh praktik sederhana sikap nasionalisme ditunjukkan melalui kegiatan pada saat menyanyikan lagu nasional. “Saat dinyanyikan lagu Indonesia Raya, saya melihat para santri berdiri dan ikut menyanyikan dengan hikmat dan penuh penghayatan,” ujar Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji di Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Tri Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022).
Melihat sikap tersebut, Bupati Tatto mengatakan LDII berhasil merawat nasionalisme di kalangan generasi mudanya. Tatto teringat masa kecilnya saat diajak orang tuanya ke Jepang, “Saat lagu kebangsaan Jepang dinyanyikan semua warga serentak menghentikan aktivitasnya,” pungkasnya.
Mereka turut menyanyikan lagi kebangsaan yang hanya beberapa menit tersebut. Tatto juga menyebut para hadirin yang tenang dan hikmat saat Alquran dibacakan, menunjukkan sisi religius para generasi muda.
Baca juga: Taaruf Kubro 22, Pemuda LDII Jayapura Dibekali Menikah Secara Syari
Apa yang ia lihat di PPM Tri Sukses tersebut, sebagaimana yang ia rasakan saat mengunjungi Guangdong, China, yang penduduknya memeluk agama Islam, saat ayat suci dibacakan, semuanya menghentikan aktivitasnya. Menurut pengamatannya mobil-mobil berhenti untuk mendengarkan ayat suci tersebut selesai dibacakan.
Tatto mengaku salut dan kagum pada para hadirin, tentunya rasa nasionalisme sudah tertanam secara baik di ponpes-ponpes naungan LDII. Tentu semangat ini harus terus dilestarikan, apalagi ini akan memasuki hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. “Siapa lagi yang yang bisa meneruskan perjuangan dan mengisi kemerdekaan ini, kalau bukan kita,” pesan Tatto pada peserta sosialisasi deradikalisasi.
Di sisi lain, internet memungkinkan segala informasi langsung berada di tangan generasi milenial. Melalui ponsel, mereka menjadikan media sosial acuan dalam mengumpulkan informasi, sementara media massa ada di baris kedua. Apalagi proses pencarian jati diri, membuat generasi menjadi rentan terpapar radikalisme dan liberalisme.
Hal tersebut menjadi perhatian LDII, terutama DPW LDII Jawa Tengah yang penduduknya heterogen secara ideologi, “Dalam lima tahun terakhir, kami bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah dalam sosialisasi deradikalisasi,” ujar Ketua DPP LDII sekaligus Ketua DPW Jawa Tengah (Jateng) Singgih Tri Sulistiyono.
Menurut Singgih generasi muda senang mencoba dan mempelajari berbagai hal. Di tengah pencarian tersebut mereka bisa terpapar radikalisme hingga pengagungan hak-hak individu seperti liberalisme, “Pergaulan bebas, penggunaan obat terlarang hingga radikalisme menjadi tantangan dalam membangun karakter bangsa,” ujar Singgih.
Baca juga: Buka Muscab, Panewu Harap LDII Berkontribusi untuk Kapanewon Sanden
Ia mengatakan sosialisasi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun. Acara bertajuk “Penguatan Nasionalisme dan Semangat Bela Negara bagi Generasi Muda Santri di Era Milineal Menuju Indonesia Emas 2045″. Sebanyak 500 mahasiswa dan pemuda LDII serta unsur-unsur pemuda lainnya ikut serta pada acara tersebut.
Narasumber berasal dari Direktorat Binmas Polda dan Dai Kamtibmas Polda Jateng, “Alasan mengapa mengambil tema ini setelah melihat perubahan yang begitu cepat pada era global ini membuat dunia tanpa batas dengan adanya internet,” imbuhnya.
Ia mengakui internet memiliki dampak positif dan negatifnya, seperti pergaulan bebas, rasa nasionalisme semakin pudar dan munculnya ideologi yang berbau radikalisme yang mengarah ke terorisme, “Maka kami ingin merawat negara ini dengan semangat nasionalisme dengan bela negara untuk mempertahankan negara ini yang sumberdayanya selalu diincar bangsa asing,” tambah Singgih.
Belum lagi adanya upaya provokasi kelompok tertentu untuk mengadu domba agar ormas keagamaan saling bertikai dengan alasan apa pun. Maka diperlukan kerukunan dan kekompakan anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa untuk selalu mewujudkan perdamaian dan kerukunan dengan dibalut semangat NKRI di negeri ini khususnya di wilayah Cilacap.












